Tagar Mensos Jadi Trending Twitter, Ada Apa?
Tagar Mensos jadi trending Twitter hari ini, Selasa (5/1/2021). Risma bertemu dengan seorang pemulung dan istrinya yang tengah mendorong gerobak
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Tagar Mensos jadi trending Twitter hari ini, Selasa (5/1/2021).
Sebanyak 8.413 ribu cuitan menggunakan tagar Mensos.
Berikut cuitan netizen:
@davidfong_: Mensos lagi pansos, maklum pilkada udh dekat.
Bukan benerin data, eh malah jadi sinterklas buat orang per orang.
Harusnya yg dilakukan: pastikan bantuan tepat sasaran, dan tidak ada korupsi disetiap proses penyaluran bantuan.
@Je_Ly: Ga cuma ngurusin DKI kok....Klo kmrn ad yg protes.
Hanya kebetulan kantor Mensos Bu Risma kan di DKI shg otomatis blio bs lgsg turun n sidak.
Wagubnya aja udh mulai kepanasan Wajah dengan air mata bahagia
Risma mengaku masih akan melakukan pemetaan, terhadap permasalahan sosial yg ada di Indonesia.
@DukeCondet: Tunawisma pake masker medis baru, terus bawa smartphone android, pake headset pulak!
Keren bener tunawisma abis dengerin musik ato YouTube? Wajah lega
Apalagi tuh yg aneh dari video syuting ibu pansos.. eh mensos ini?
@AlyRahmatiyah: Bu Mensos... Indonesia itu bukan cuma Jakarta lho!
Sebelumnya, ada hari pertama bertugas sebagai Menteri Sosial, Senin (28/12/2020) pekan lalu, Tri Rismaharini atau Risma melakukan sidak di wilayah kantor pKementerian Sosial, Jakarta.
Bersama rombongan kecil Kemensos, kala itu Risma menyambangi sejumlah titik, seperti jembatan Kali Ciliwung dan bagian bawah flyover Jalan Pramuka, Jakarta Pusat.
Risma bertemu dengan seorang pemulung dan istrinya yang tengah mendorong gerobak di flyover Jalan Pramuka.
Risma pun berbincang dengan pemulung tersebut, termasuk bertanya perihal penghasilan sehari-hari yang didapat pemulung tersebut.
Pemulung itu mengaku memperoleh penghasilan sebesar Rp 800.000 setiap bulan yang harus ia bagi untuk biaya hidup keluarga di kampung halaman.
Mendengar curahan hati pemulung tersebut, Risma berjanji akan mencarikan rumah layak huni sekaligus memberikan pelatihan agar si pemulung bisa memperbaiki kualitas hidup.
"Bapak, Ibu, saya carikan rumah jadi enggak perlu ada biaya ngontrak. Tetap cari sampah seperti ini. Nanti sampah dari Kementerian Sosial bisa untuk Bapak. Sambil saya ajari usaha. Masak mau terus kayak gini, ya. Mau ya," kata Risma yang dilansr dari Kompas.com.
Risma kemudian menyusuri bantaran kali di sekitar kantor Kemensos.
Di sana, mantan Wali Kota Surabaya itu melihat kehidupan para pemulung dan rumah-rumah tak layak huni.
Risma Temui gelandangan di jalan Thamrin
Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, kembali blusukan pada Senin (4/1/2021).
Mantan Wali Kota Surabaya itu menyambangi kawasan Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
Di kawasan tersebut, wanita yang akrab disapa Risma itu menemui beberapa gelandangan.
Risma mengajak mereka agar mau menempati tempat penampungan sementara.
Pada kesempatan itu pula, Risma sempat berbicara dengan seorang perempuan bernama Fitri. Kepada Risma, Fitri mengaku tak mempunyai tempat tinggal.
Risma pun sempat melontarkan beberapa pertanyaan kepada Fitri. Namun, perempuan tersebut tak banyak menjawab pertanyaan Risma.
Setelah berbincang dengan Fitri, Risma menemui seorang pria paruh baya yang tidur beralaskan kardus bernama Kastubi.
Sama seperti Fitri, Kastubi juga mengaku tidak memiliki tempat tinggal.
"Bapak ikut saya, ya. Nanti saya kasih tempat tinggal biar bapak tidak kehujanan. Nanti ada yang jemput, tapi bukan Satpol PP. Tapi bapak jangan kemana-mana," kata Risma.
Tak hanya itu, tawaran yang sama juga disampaikan Risma kepada seorang laki-laki bernama Faisal.
Dari tiga orang itu, hanya Kastubi dan Faisal yang bersedia menerima penanganan dari Kemensos.
Bahkan, Faisal mengaku bersedia dipulangkan ke kampung halamannya di Asahan, Sumatera Utara.
Saat dijemput petugas yang dijanjikan Risma, kedua pria itu lalu diantar ke kantor Kemensos untuk sarapan.
Mereka lalu menerima assessment awal di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis "Pangudi Luhur", Bekasi, termasuk pengecekan kesehatan sesuai protokol pandemi Covid-19.
Selanjutnya, mereka akan mendapat penanganan sementara sebelum kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.
Risma mengatakan, pihaknya tak ingin penanganan terhadap gelandangan hanya sebatas memberikan bantuan atas dasar belas kasihan.
Namun, Risma menginginkan lebih dari itu. Ia mengaku memperhatikan mereka terkait kemandirian untuk jangka waktu yang lebih panjang.