Breaking News:

Beriya Batang

Ancaman Wihaji Bupati Batang Jika Ada CPNS Terlibat Gerakan Organisasi Radikal

Bupati Batang Wihaji memperingatkan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tidak terlibat dalam gerakan maupun organisasi radikal. 

ISTIMEWA
Bupati Batang Wihaji saat penyerahan Surat Keputusan (SK) pada 221 CPNS di Pendopo Pemkab setempat, Rabu (06/01/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Bupati Batang Wihaji memperingatkan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tidak terlibat dalam gerakan maupun organisasi radikal. 

Hal itu disampaikannya saat memberi pengarahan pada acara penyerahan Surat Keputusan (SK) pada 221 CPNS di Pendopo Pemkab setempat, Rabu (06/01/2021).

"Saya ingatkan, jangan pernah ikut-ikutan bahkan bergabung dengan gerakan radikalisme jika sampai terjadi, maka akan dicoret atau gagal menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)," ujar Bupati Wihaji. 

Bupati Wihaji menjelaskan, untuk menjadi PNS, seorang CPNS harus menunggu proses selama dua tahun. 

Pada masa itu, CPNS dapat dipecat atau diberhentikan apabila melanggar peraturan perundang-undangan ataupun peraturan lainnya.

"Tahun 2018 lalu ada CPNS yang gagal menjadi PNS, karena terbukti melanggar peraturan.

Karena itu, saya ingatkan saudara semua untuk bekerja sebaik mungkin dan mematuhi peraturan yang ada," jelasnya. 

Pada kesempatan itu, Wihaji juga mengingatkan bahwa saat ini para CPNS sudah diikat dengan sejumlah peraturan.

"Patuhi aturan yang ada, dan tunjukan etos kerja yang baik pada pimpinan di SKPD tempat bekerja, semoga dari 221 CPNS yang hari ini menerima SK, semuanya bisa menjadi PNS," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved