Breaking News:

Berita Demak

Harga Kedelai Terus Naik, Sri Terpaksa Kurangi Produksi Tempe

Saat kedelai capai Rp10.000 per kilogram, Sri Sudarmi (48) sempat berpikir mengurangi jumlah pekerja.

TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN
Sri Sudarmi (48) perajin tempe di Demak yang terpaksa mengurangi jumlah produksinya karena harga kedelai yang terus naik. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Ketika harga kedelai mencapai Rp10.000 per kilogram, Sri Sudarmi (48) sempat berpikir untuk mengurangi jumlah pekerja di rumahnya.

Pengrajin tempe di Tanubayan Trembul, Keluragan Bintoro, Kecamatan Demak itu mengaku, harga kedelai yang terus naik mencekik usahanya.

"Awalnya harganya Rp6.300 per kilogram, terus naik sampai Rp10.000 per kilogram," katanya saat ditemui Tribunjateng.com, Rabu, (06/01/2021).

Kalau masih naik lagi, ujar dia, dia terpaksa harus memangkas jumlah pekerja di rumahnya. Hal itu merupakan cara yang paling akhir diambil agar tetap bisa bertahan di tengah harga bahan baku kedelai yang kian tidak menentu.

Dia menceritakan, awal kenaikan harga kedelai, ia harus memperkecil ukuran tempenya, lalu naik lagi ia  mengurangi jumlah produksi. 

Namun, ucap Sri, kalau nanti naik lagi yang harus dikurangi adalah jumlah pekerjanya.

Istri dark Toch Sugandi ini berucap, saat ini ia sudah mengurangi penggunaan kedelai.

"Kalau kedelai harga normal bisa menggunakan 5-6 kuintal kedelai, tapi kalau kondisi saat ini cuma bisa gunakan 3-3,5 kuintal," imbuhnya.

Ibu dua anak itu menuturkan, pengrajin tempe seperti dihapkan pada kesulitan yang datang bertubi-tubi. Belum usai pandemi corona, pengrajin tempe kini semakin dihadapkan lonjakan harga kedelai.

"Awal pandemi terasa sekali, sekolah banyak tutup, kantin banyak tutup, permintaan tempe di pasar jadi anjlok."

Perempuan yang sudah 25 tahun menekuni bisnis tempe ini berharap, pemerintah bisa dengan segera mencarikan solusi terkait harga kedelai yang terus melonjak.

"Semoga harga kacang kedelai pulih seperti biasanya. Dan kami pedagang tempe bisa berlanjut lagi berdagang."

"Kasihan karyawan kalau tidak bisa bikin tempe nanti kerja apa," harapnya. (*)

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved