Breaking News:

Berita Pekalongan

Pembelajaran Tatap Muka di Pekalongan Ditunda Lagi

Proses PTM di Kabupaten Pekalongan yang rencananya, bisa dimulai pada awal tahun 2021 akan ditunda.

TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Proses pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Pekalongan yang rencananya, bisa dimulai pada awal tahun 2021 akan ditunda.

Padahal Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto mengatakan, penundaan PTM karena menyusul terbitnya kebijakan dari gubernur.

"Karena pemerintah provinsi menunda PTM, maka kami ikuti kebijakan tersebut," kata Totok saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (6/1/2021) sore.

Sementara itu, Plt Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh saat dihubungi Tribunjateng.com mengatakan, berdasarkan SKB 4 menteri pemberian izin pembelajaran semester genap tatap muka dari satuan pendidikan PAUD hingga SMP diserahkan kepada Pemda.

Kemudian, berdasarkan hasil rapat tim ahli bersama satgas Covid-19 yang terakhir dan surat edaran dari gubernur tentang peningkatan covid di Jawa Tengah dari gubernur meminta agar kabupaten dan kota untuk menunda pembelajaran tatap muka.

"Mestinya PTM akan berjalan pada awal semester genap atau (4/1/2021) lalu. Namun, itu ditunda berdasarkan hasil rapat terakhir tim ahli dengan satgas covid-19 dan surat edaran dari gubernur," kata Siti.

Siti mengungkapkan, 14 hari kedepan pihaknya akan mengevaluasi dan mengkaji perkembangan kasus covid-19 di Kabupaten Pekalongan.

Artinya yang akan mengevaluasi adalah satgas Covid-19 kabupaten.

"Karena berdasarkan pengalaman 10 bulan kemarin, biasanya perkembangan covid meningkat setelah libur panjang. Nanti dari evaluasi ini bagaimana, itu yang akan menentukan untuk dimulainya uji coba PTM," ungkapnya.

Menurutnya, dari hasil evaluasi nanti akan dilihat perkembangan Covid-19.

Jika hasil evaluasi nanti memungkinkan untuk melakukan PTM, pihaknya akan melakukan uji coba PTM terlebih dahulu.

"Uji coba dilaksanakan secara zonasi di beberapa sekolah saja. Sekolah SMP akan dimulai di kecamatan yang masuk zona kuning atau hijau. Sedangkan SD, akan melihat dari mikrozonasinya di tingkat desa," ujarnya.

Lalu, saat disinggung mengenai wacana Pemerintah Pusat akan memberlakukan pembatasan sosial Jawa-Bali, Masruroh menjelaskan, pihaknya hanya akan mengikuti keputusan.

"Namun, saat ini kami masih berpegang pada keputusan SKB Empat Menteri dan hasil rapat terakhir dengan tim ahli dan satgas covid-19 Kabupaten Pekalongan," jelasnya. (*)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved