Breaking News:

Sudah 83 Saksi Diperiksa, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Penembakan 6 Laskar FPI

Penyidik masih mengumpulkan keterangan para saksi, dan menunggu apakah ada informasi tambahan sebelum melakukan gelar perkara.

Editor: Vito
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Rekontruksi FPI di rest area tol Jakarta-Cikampek Km 50, Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Penyidik Bareskrim Polri telah memeriksa sebanyak 83 saksi, termasuk empat personel Kepolisian terkait dengan bentrok antara anggota Polda Metro Jaya dengan laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

“Sampai saat ini saksi yang telah diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri ada 83 orang. Dari 83 tersebut, empat di antaranya adalah anggota Polri,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Rabu (6/1).

Menurut dia, penyidik masih mengumpulkan keterangan para saksi terkait dengan peristiwa tersebut. Selain itu, penyidik juga masih menunggu apakah ada informasi tambahan sebelum melakukan gelar perkara. “Sampai saat ini belum dilakukan gelar perkara,” tuturnya.

Sejauh ini, Ramadhan menuturkan, polisi belum menetapkan tersangka atas peristiwa yang terjadi pada 7 Desember 2020 dini hari. Dari kejadian itu, enam anggota laskar FPI tewas ditembak anggota Polda Metro Jaya setelah diduga menyerang polisi.

Ramadhan sempat mengungkapkan, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri belum mengambil kesimpulan terkait dengan bentrok antara anggota laskar FPI dengan polisi. “Belum ada kesimpulan yang didapat dari Propam terhadap hal tersebut,” tuturnya.

Dalam kasus itu, Propam bertugas mengusut apakah tindakan penembakan yang dilakukan anggota Polda Metro Jaya itu apakah sudah sesuai dengan prosedur atau tidak.

Acuannya adalah Perkap No. 1/2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian, dan Perkap No. 8/2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara RI.

Menurut dia, pihak Propam masih melakukan pendalaman. Ia menyebut, aparat Kepolisian juga sudah ada yang diperiksa oleh Propam. Namun, ia tak merinci lebih lanjut siapa saja yang sudah dimintai keterangan.

“Sekarang masih pendalaman. Propam mencocokkan temuan-temuan di lapangan, baik temuan yang dilakukan Kompolnas maupun Komnas HAM,” terangnya.

Adapun, dalam rekonstruksi yang digelar polisi pada Senin (14/12) dini hari lalu, polisi menggambarkan anggota laskar FPI yang terlebih dahulu menyerang dan menembak polisi saat kejadian.

Polisi menyatakan, hasil rekonstruksi belum final. Tak menutup kemungkinan dilakukan rekonstruksi lanjutan apabila ada temuan baru.

Diketahui, terdapat perbedaan keterangan antara polisi dan pihak FPI atas kejadian tersebut. Pihak FPI sebelumnya telah membantah anggota laskar menyerang dan menembak polisi terlebih dahulu. Menurut FPI, anggota laskar tidak dilengkapi senjata api. (Kompas.com/Devina Halim)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved