Breaking News:

Varian Baru Covid-19 Sudah Terdeteksi di 41 Negara

WHO menyebut, varian baru virus corona yang sangat menular, yang pertama kali terdeteksi di Inggris, kini telah menyebar ke 41 negara.

SHUTTERSTOCK/peterschreiber.media
Ilustrasi varian baru virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, varian baru virus corona yang sangat menular, yang pertama kali terdeteksi di Inggris, kini telah menyebar ke 41 negara.

"Pada 5 Januari 2021, varian VOC-202012/01 yang awalnya terdeteksi di Inggris telah terdeteksi dalam sejumlah kecil kasus di 41 negara. Dan, varian 501Y.V2 yang awalnya terdeteksi di Afrika Selatan telah terdeteksi di enam negara," kata WHO, dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan Covid-19, seperti dikutip TASS.

Menurut WHO, epidemiologi awal, pemodelan, temuan filogenetik dan klinis menunjukkan, varian VOC 202012/01 meningkatkan penularan. Tapi, data awal juga menunjukkan tidak ada perubahan dalam tingkat keparahan penyakit atau infeksi ulang.

"Otoritas di kedua negara sedang melakukan penyelidikan epidemiologi dan virologi lebih lanjut untuk menilai lebih lanjut penularan, keparahan, risiko infeksi ulang, dan respon antibodi terhadap varian baru ini, serta potensi berdampak pada tindakan penanggulangan, termasuk diagnostik, terapeutik, dan vaksin," imbuh WHO.

Pada 14 Desember lalu, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengungkapkan, para ilmuwan telah mengidentifikasi jenis baru virus corona yang menjadi penyebab lonjakan kasus di Tenggara Inggris. Menurut dia, analisis awal menunjukkan, varian anyar virus corona itu menyebar lebih cepat.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson menyebutkan dalam konferensi pers 19 Desember, jenis baru virus corona 70 persen lebih menular. Tapi, para ahli belum menemukan bukti mutasi virus itu memiliki risiko yang lebih besar.

Sedangkan otoritas Afrika Selatan pada 21 Desember menyatakan, penyebab gelombang kedua pandemi di Afrika Selatan adalah virus corona yang bermutasi.

Varian baru virus corona itu terdeteksi di Kota Nelson Mandela Bay, Provinsi Eastern Cape. Ilmuwan lokal mengungkapkan, strain anyar itu kebanyakan menyerang orang muda. (Kontan.co.id)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved