Berita Jateng

Pemprov Jateng Klaim Distribusi Rantai Dingin Vaksin Covid-19 Siap hingga Kabupaten Kota

Sebanyak 62.560 dosis vaksin diterima Provinsi Jawa Tengah. Vaksin tersebut nantinya akan disebarkan ke 35 kabupaten dan kota di provinsi ini.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 62.560 dosis vaksin diterima Provinsi Jawa Tengah. Vaksin tersebut nantinya akan disebarkan ke 35 kabupaten dan kota di provinsi ini.

Pemprov pun tengah menyiapkan rencana distribusi ke daerah-daerah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, mengatakan dari jumlah vaksin yang diterima Jateng pada gelombang pertama ini nantinya akan dibagi habis ke kabupaten dan kota.

"Semuanya dapat. Untuk jumlahnya bervariasi. Kota besar seperti Semarang dan Solo akan mendapatkan cukup banyak. Kota Semarang mendapatkan 5.450 dosis dan Solo 4.364," kata Yulianto, Kamis (7/1/2021).

Yulianto menjelaskan terkait alur distribusi vaksin semua kabupaten dan kota harus memahami. Lantaran, penyimpanan vaksin ini butuh penanganan khusus. Jika tidak, akan merusak kandungan di dalamnya.

Terutama, terkait suhu ruangan atau wadah penyimpanan. Vaksin dari Sinovac yang diterima ini harus tersimpan di suhu ruangan 2-8 derajat celsius. Penyimpanan dilakukan di ruangan berpendingin khusus untuk menjaga kondisi dan kualitas vaksin.

Karena itu, cold chain atau rantai dingin vaksin covid harus aman hingga ke tingkat pengguna.

"Kabupaten/kota nanti kami beritahu. Kalau mereka mempunyai mobil vaksin bisa mengambil ke provinsi. Jika tidak, akan kami antar pakai mobil vaksin," jelasnya.

Yulianto menegaskan untuk pengelolaan penyimpanan vaksin, tenaga kesehatan hingga tingkat Puskesmas sudah terbiasa. Lantaran dari dulu sudah mengelola vaksin program imunisasi dasar rutin untuk bayi dan bawah lima tahun. Pengelolaannya tidak jauh beda.

Rantai dingin di provinsi ditempatkan di cold room. Ada beberapa cold room yang dipunyai di Jateng. Di Kota Semarang ada tiga, lalu tersebar di beberapa daerah antara lain di Balkesmas Pati, Tegal, Magelang, Klaten.

Untuk pengelolaan di Puskesmas atau fasilitas kesehatan paling akhir, mereka sudah memiliki vaksin freezer. Sedangkan tenaga vaksinator akan membawa vaksin ke titik pelayanan menggunakan vaksin carrier. Semua rantai dingin ini sudah disiapkan.

"Persiapan rantai dingin sudah semua. Kami mengelola vaksin program untuk bayi dan balita sejak dulu seperti BCG dan polio, semua memakai rantai dingin. Ini bukan hal yang baru bagi kami. Tenaga vaksinator sudah biasa. Tenaga yang mengelola control room juga sudah biasa," tandasnya.

Ia juga menjelaskan beberapa tahapan yang mesti dilakukan tenaga kesehatan apabila telah mendapatkan pesan singkat atau SMS terkait penerimaan vaksin. SMS tersebut baru semacam pemberitahuan, setelah itu yang bersangkutan harus registrasi sekaligus mengisi self screening.

Setelah itu, tenaga kesehatan akan mendapatkan pemberitahuan lebih lanjut terkait lokasi fasilitas kesehatan serta waktu pelaksanaan vaksinasi.

Yulianto menyebutkan pendistribusian vaksin sudah dilakukan meskipun pelaksanaan direncanakan pada 14 Januari 2021. Selain itu, juga masih menunggu Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat bagi vaksin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Apabila hingga 14 Januari izin dari BPOM belum keluar, kemungkinan proses vaksinasi akan molor.

"Pak Presiden juga mengatakan bisa saja diundur. BPOM memiliki independensi yang tidak bisa diintervensi. Itu kewenangan BPOM. Apapun keputusannya akan kami ikuti," imbuhnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved