Breaking News:

Berita Tegal

Perajin Debong Wetan Tegal Mengurangi Ukuran Tebal Tempe Jadi 7 Cm

Produsen tempe terpaksa mengurangi ukuran tempe nya yang biasa 8cm sekarang dikurangi menjadi 7cm, jadi ada pengurangan tebal 1cm.

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dampak dari naiknya harga kedelai di beberapa daerah termasuk di Kabupaten Tegal, membuat produsen tempe terpaksa mengurangi ukuran tempenya yang biasa 8cm sekarang dikurangi menjadi 7cm, jadi ada pengurangan tebal 1cm.

Hal tersebut, menurut salah satu Produsen tempe di Desa Debong Wetan, Dukuhturi Kabupaten Tegal, Jaitun (45), terpaksa dilakukan karena untuk menutup biaya produksi. 

Pendapatan yang diperoleh dari penjualan tempe hanya bisa digunakan untuk membeli bahan baku kedelai saja. 

Bahkan untuk membayar gaji karyawan pun Jaitun tidak sanggup, dan mau tidak mau menggunakan tabungan pribadi untuk membayar gaji 5 karyawan nya.

"Siasat yang saya lakukan supaya tetap bertahan ya dengan mengurangi ukuran tempe nya, dari yang tebal 8cm jadi 7cm. Karena kalau menaikkan harga pembeli juga tidak mau. Jadi ya jujur kenaikan harga kedelai ini sangat berpengaruh dengan kondisi usaha saya," ungkap Jaitun, pada Tribunjateng.com, Kamis (7/1/2021).

Tidak hanya mengurangi ukuran tebal tempe nya, Jaitun juga mengurangi jumlah produksinya. Dari yang biasanya 2 kuintal per hari, saat ini hanya 1,5 kuintal per hari.

Saat ini Jaitun biasa mencetak (memproduksi) 50-60 tempe per hari yang satu cetaknya membutuhkan 5 kg kedelai.

Harga satu cetak tempe Rp 50 ribu yang menggunakan alas plastik, sedangkan yang alas daun Rp 40 ribu.

"Sekarang harga kedelai Rp 9 ribu per kilogram, padahal biasanya Rp 6 ribu per kilogram. Sehingga omzet pun turun, dari yang biasnya saya bisa menjual 60 cetak tempe saat ini paling 50 cetak saja, itu pun untung-untungan. Hasil penjualan yang saya dapat hari ini pun, untuk belanja kedelai besoknya kadang masih kurang, jadi banyak tomboknya dari pada untung," terangnya. 

Saat Tribunjateng.com tiba di lokasi produksi tempe milik Jaitun di Desa Debong Wetan, RT 5 RW 1, Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, ia dan beberapa karyawan nya sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing.

Ada yang sedang mengolah kedelai yang siap cetak, ada yang sedang mencuci kedelai, ada juga yang sedang membuat bumbu.

"Harapan saya harga kedelai segera normal seperti biasa, sehingga pendapatan saya juga kembali stabil. Tidak tombok terus menerus seperti saat ini. Saya juga berharap dari pemerintah ada bantuan, sehingga bisa meringankan beban kami sebagai produsen tempe," harapnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved