Breaking News:

Berita Semarang

Rumah Dinas Wali Kota Semarang Diubah Jadi RS Darurat Covid-19

Kasus aktif Covid-19 di Kota Semarang tembus angka 1.000. Berdasarkan data Pemerintah Kota Semarang dalam

TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan keterangan pers terkait kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat selama dua pekan ke depan dengan menyesuaikan kebijakan pusat, di kantor Wali Kota, Kamis (7/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus aktif Covid-19 di Kota Semarang tembus angka 1.000.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Semarang dalam laman siagacorona.semarangkota.go.id, hingga Kamis (7/1/2021) pukul 15.10, Covid-19 aktif sebanyak 1.025 kasus.

Rinciannya, 734 kasus merupakan warga Semarang dan 291 kasus merupakan warga luar kota.

Mempertimbangkan kasus yang belum juga melandai, Pemerintah Kota Semarang akan meningkatkan status tempat isolasi terpusat rumah dinas wali kota menjadi rumah sakit darurat untuk menangani pasien Covid-19 yang bergejala.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan pers di kantornya, Kamis (7/1/2021).

"Rumdin mulai Senin akan kami tingkatkan statusnya menjadi rumah sakit darurat.

Yang dirawat disitu yang Covid-19 bergejala semisal sesak dan demam," papar Hendi.

Selain meningkatkan status rumah dinas menjadi rumah sakit darurat, Pemkot Semarang akan menyiapkan tempat isolasi baru yakni di gedung Islamic Centre.

Nantinya, pasien yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG) atau mengalami gejala ringan akan ditempatkan di tempat isolasi baru tersebut.

"Kami sedang koordinasi. 99 persen final.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved