Breaking News:

PKM Kota Semarang

Tindak Lanjuti Kebijakan Pusat, Hendi Perketat Aturan PKM Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akhirnya mengetok palu pengetatan aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

ISTIMEWA
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akhirnya mengetok palu pengetatan aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akhirnya mengetok palu pengetatan aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

Keputusan itu menjadi tindak lanjut dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan oleh Pemerintah Pusat RI di pulau Jawa dan Bali.

Diberlakukan selama 14 hari mulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun melakukan sejumlah revisi pada aturan PKM yang sebelumnya telah berjalan di Kota Semarang.

"Melihat perkembangan sekarang ini, maka Pemkot Semarang akan menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat dengan pengetatan PKM, dengan penyesuaian yang telah kita bahas bersama Forkopimda," pungkas Hendi.

Adapun penyesuaian tersebut antara lain, yang pertama terkait sistem kerja, dimana jika sebelumnya Kota Semarang hanya menetapkan 50% pekerja untuk Work From Home (WFH), kini menjadi 75%, mengacu kebijakan pusat.

"Saat ini aturannya 50%, tapi akan kami sesuaikan menjadi 75%.

Namun apabila ada yang jumlahnya tidak bisa diberlakukan 75 persen wfh, maka kami juga akan mengatur pengurangan jam kerja.

Menjadi jam 08.00 sampai dengan 14.00," urainya.

Selanjutnya untuk kegiatan pendidikan, Hendi masih menetapkan sistem belajar dari rumah melalui metode daring.

"Sampai dengan saat ini kebijakan di Kota Semarang dari tingkat TK sampai SMP belum pernah memberlakukan pembelajaran tatap muka.

Halaman
12
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved