Breaking News:

PKM Kota Semarang

Tindak Lanjuti Kebijakan Pusat, Hendi Perketat Aturan PKM Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akhirnya mengetok palu pengetatan aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

ISTIMEWA
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akhirnya mengetok palu pengetatan aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) 

Jadi kebijakan ini sudah sesuai dengan kebijakan yang diinstruksikan," tekannya.

Sementara itu untuk operasional mal atau pusat perbelanjaaan, Hendi melakukan revisi aturan PKM Kota Semarang, dengan meminta pengelola untuk tutup lebih awal pada pukul 19.00 WIB.

Namun untuk tempat usaha lain, seperti PKL, restoran, sampai tempat hibura, dirinya sedikit melonggarkan penutupannya hingga pukul 21.00 WIB.

"Untuk resto dan tempat hiburan, termasuk PKL, kami meminta toleransi. Sehingga sedulur - sedulur boleh buka sampai Jam 9 malam.

Terkait fokus pembatasan kapasitasnya, jika pemerintah pusat menetapkan 25%, kami mengambil kebijkan maksimal 50%," tutur Hendi.

Selanjutnya terkait kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya yang diminta dihentikan oleh Pemerintah Pusat, Hendi meyakinkan untuk Kota Semarang, aktifitas di tempat ibadah masih diperbolehkan, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta membatasi kapasitas sebanyak - banyaknya 50%.

Di sisi lain untuk kegiatan seperti seminar, dialog, diskusi selama dua minggu pengetatan PKM, Hendi minta semua aktifitas tersebut ditunda. Sedangkan untuk acara pernikahan, Pemerintah Kota Semarang hanya memperboleh sebatas akad nikah saja.

"Pernikahan diperbolehkan dengan syarat penerapan prokes secara ketat dan pembatasan jumlah yang diundang. Kami hanya mengijinkan prosesi akad nikah, tidak dalam pesta pernikahan," tegasnya.

Kemudian untuk aktifitas transportasi umum, Hendi poin - poin dalam aturan PKM yang sudah ditetapkan sebelumnya tetap berjalan.

Hal itu termasuk operasional BRT Trans Semarang yang hanya boleh diisi 50% kapasitas penumpang, dengan pengecekan pemakaian masker serta suhu tubuh yang dimintanya lebih ketat.

Wali Kota Semarang tersebut juga memastikan akan menutup 9 ruas jalan di Kota Semarang, dengan ketentuan 7 ruas jalan akan ditutup 24 jam, sedangkan terkhusus Jl. Letjen Suprapto (Kota Lama) dan Simpang Lima hanya akan ditutup mulai pukul 21.00 sampai 06.00.

"Insya Allah satu atau dua hari ini sudah ditandatangani dan siap untuk dijadikan kebijakan," tandas Hendi.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved