Berita Semarang
Ular Hijau Ekor Merah Teror Warga Kagok Semarang, Semarangker Bantu Memburu
Warga di Jalan Kagok 2, Tegalsari, Candisari, Kota Semarang resah oleh teror keberasaan ular hijau ekor merah.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga di Jalan Kagok 2, Tegalsari, Candisari, Kota Semarang resah selama seminggu terakhir.
Pasalnya mereka menemukan ular berbisa tinggi jenis ular hijau ekor merah.
Tentu warga was-was karena ular tersebut sangat berbahaya.
Mendengar keluhan warga tersebut, Koordinator Pasukan Pengaman Satwa (Paspanwa) Semarangker, Slamet Wisnu Aji atau akrab disapa Lek Met turun tangan.
Dia pun memburu ular berbisa yang dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian itu.
"Sebelumnya warga telah menemukan lima ekor ular jenis tersebut.
Lantas melaporkan ke kami dan segera ditindaklanjuti," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (7/1/2021).
Dia mengatakan,warga mengetahui pemukiman tersebut terdapat jenis ular hijau ekor merah saat para ibu-ibu menemukan lima ekor ular itu.
Kemudian mereka memerintahkan tukang kebun untuk membersihkan kawasan itu.
Selepas dibersihkan tukang kebun menemukan tujuh ekor ular lainnya.
Lantas dia melakukan penyisiran awal yang berhasil mendapatkan lima ekor ular.
"Saya agendakan lagi malam kemarin bersama teman relawan lainnya, hasilnya dalam semalam mendapatkan 13 ekor ular ular hijau ekor merah.
Jadi total ada 30 ekor ular mematikan yang kami temukan di daerah tersebut, " bebernya.
Dia menjelaskan, ular yang berhasil ditangkap masih ular anakan ukuran panjang sekira 30 hingga 40 sentimeter.
Seluruh ular dimusnahkan.
Lantaran berasal dari jenis yang membahayakan.
Jika dilepaskan, ular itu beirisiko tinggi berupa kematian.
Semisal korban tertolong dari gigitan ular berbisa tersebut namun ketika sembuh namun bisa menimbulkan kecacatan atau amputasi.
"Habibat ular jenis berbisa tersebut juga bukan hewan langka sehingga kami musnahkan agar tak membahayakan warga," ujarnya.
Tak hanya itu, Lek Met juga membantu warga Pusponjolo, Semarang Barat yang ketakutan ada ular di dalam sumur miliknya.
Dia lantas mengevakuasi ular tersebut yang ternyata jenis ular cecak atau ular genteng sepanjang hampir 1 meter yang tidak membahayakan.
"Sempat kesulitan saat mengambil ular karena di dalam sumur.
Setelah disiasati dengan memancingnya masuk ke dalam ember lalu menariknya ke atas akhirnya ular berhasil dievakuasi," ungkapnya.
Selain itu, dia juga mengamankan ular jenis Tali Picis atau ular Tambang di kawasan Perum Graha Candi Golf.
Pemilik cemas lantaran rumahnya kemasukan ular tersebut sehingga mencarinya hingga ketemu.
"Dua jenis ular tersebut tak berbahaya jadi saya lepas ke habitatnya, " ungkapnya.
Dia berpesan kepada warga selama musim hujan seperti ini harap waspada.
Warga hendaknya membersihkan rumah dan sekitarnya terutama kotoran tikus.
Sebab ular yang masuk ke rumah umumnya untuk berburu tikus.
Saat membersihkan rumah itu hendaknya menggunakan karbol atau jenis pembersih lantai yang berbau wangi.
Bisa juga diberi kapur barus terutama di sudut-sudut rumah.
"Ular itu tidak takut garam, itu hanya mitos. Kasih wangi-wanginan agar hewan itu tak masuk ke rumah.
Jangan lupa, sekitar rumah seperti lubang got ditutup, gulma juga dibersihkan," jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya siap jika dibutuhkan warga dalam menangani ular yang masuk ke wilayah pemukiman warga.
“Warga Kota Semarang yang membutuhkan bisa langsung menghubungi kami di whatsapp 0877-0049-9919,” imbuhnya.
(Iwn)