Sindir Blusukan ala Risma, Rocky Gerung: Mending di Kantor Bikin Kebijakan yang Tepat
Pengamat politik Rocky Gerung berharap Mensos sudah tidak lagi banyak pencitraan. Rock Gerung menilai blusukan gaya Risma tidak cocok untuk menteri
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Pengamat politik Rocky Gerung berharap Mensos sudah tidak lagi banyak pencitraan.
Rock Gerung menilai blusukan gaya Risma itu sudah bukan hal yang harusnya dilakukan oelh sosok menteri.
Rocky Geung menyampaikan itu di akun Youtube-nya pada Kamis (7/1/2021).
Rocky Gerung menduga pemgemis dari yang berada di Sudirman-Thmarin merupakan warga asal Surabaya yang kangen pada Risma.
"Mungkin sekali ada pengemis dulu diomelin bu Risma di Pasar Turi dan dia kangen dengan omelan bu Risma,maka dia ingin denger itu lagi kan ikut ke Jakarta," kata Rocky.
Rocky Gerung lalu mengungkapkan kalimat satire jika sosok Risma memiliki daya pikat yang kuat sebagai pejabat.
"Betul ibu Risma punya daya pikat, karena itu semua orang berkumpul kembali untuk mendengar suara ibu Risma," kata Rocky Gerung.
Rocky Gerung menilai Risma saat ini belum bisa lepas dari gaya pencitraan saat berkuasa.
Rocky Gerung menilai saat ini banyak kekuasaan yang hidup dari pencitraan.
Dosen Filsafat itu menyebutkan seharusnya pemimpin butuh kecerdasan untuk menghasilkan kebijakan untuk mengatasi masalah ekonomi.
Rocky Gerung menyarankan agar Risma bekerja di kantor tanpa melakukan blusukan lagi.
"Jadi sekali Ibu Risma sebaiknya udah masuk kantor jangan keluar kantor depan komputer, brif pejabatnya supaya ibu Risma ngerti apa itu publik policy di bidang social policy," ujarnya.
Rocky Gerung berharap agar Risma mampu membuat kebijakan politik terlebih saat ini posisinya sudah menjadi menteri.
Risma justru masih bekerja dengan gaya blusukan seperti saat menjadi Wali Kota Surabaya.
Rocky Gerung menilai jika hanya bercakap-cakap dengan pengemis, maka itu juga bisa dilakukan oleh semua orang, tidak hanya menteri.
"Nah ini gak ada konsep dalam menemui orang di jalanan itu apa poinnya, itu, bercakap juga semua orang juga bisa bertemu pengemis dan bercakap-cakap," kata Rocky Gerung.
Blusukan ala Risma
Dua hari terakhir, publik mengomentari blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang menemui tunawisma di sekitar Jalan Sudirman - Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Menanggapi hal ini, Kepala Biro Humas Kementerian Sosial Wiwit Widiansyah menjelaskan maksud dan tujuan blusukan Risma ke sejumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial.
Menurut dia, blusukan itu dalam rangka menyasar program Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
"Sasaran PPKS ini seperti gelandangan, pengemis dan kelompok rentan lainnya," kata Wiwit melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (6/1/2021).
Ia melanjutkan, tujuan blusukan yang dilakukan Mensos adalah untuk melakukan pemetaan masalah sosial dan melihat langsung kebutuhan dari PPKS.
Hal ini, kata dia, diperlukan agar Kemensos dapat mencarikan solusi dari masalah-masalah yang dialami para PPKS.
"Agar dapat dicarikan solusinya secara komprehensif dan terkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga dan Pemda terkait," kata dia.
Di media sosial, aksi blusukan Risma menuai polemik karena muncul dugaan adanya pengaturan atau setting sebelum dilakukan.
Publik memang menuai beragam komentar, termasuk kritikan pedas untuk Risma.
Dia menjadi topik yang ramai diperbincangkan warganet Twitter pada Rabu (6/1/2021).
Hingga Kamis (7/1/2021) nama Risma masih bertengger dengan lebih dari 5.000 orang membuat twit dengan hashtag #RismaRatuDrama.
Sejumlah warganet menilai aksi blusukan Risma sebagai pencitraan yang tidak diperlukan dan tidak tepat sasaran.
Mereka meminta agar Risma dapat melakukan hal yang lebih signifikan dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat Indonesia.
Selain itu, ada juga yang menilai blusukan Risma sebagai langkah awal sebelum maju ke Pilkada DKI Jakarta.
Namun, anggapan itu telah ditepis oleh PDI Perjuangan, partai tempat Risma bernaung.
Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan, kegiatan Risma tersebut tidak terkait sama sekali dengan Pilkada DKI Jakarta mendatang.
"Tidak ada kaitannya dengan Pilkada DKI," kata Djarot saat dihubungi, Rabu (6/1/2021).
Menurut Djarot, kegiatan blusukan Tri Rismaharini sejak menjabat sebagai Menteri Sosial merupakan bagian dari tugas untuk membantu masyarakat penyandang masalah sosial.
Blusukan Risma juga diharapkan bisa menjadi motivasi bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan daerah lainnya dalam menangani masalah sosial di masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rocky-gerung_20181025_091122.jpg)