Breaking News:

Berita Kendal

Upaya Stabilkan Harga Kedelai, Kementan Operasi Pasar di Kendal

Kementan bersama Akindo dan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia gelar Operasi Pasar Kedelai.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
Istimewa
Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi melaunching operasi pasar kedelai di Weleri, Jumat (08/01/2021). 

Ketua Pusat Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Puskopti) Jateng, Sutrisno Supriantoro menjelaskan,  dari para perajin sendiri awalnya meminta subsidi harga di angka Rp 2.000. Karena sebelumnya, harga kedelai impor dibandrol Rp 6.000 - Rp 7.000 per kilogram.

"Namun tetap bersyukur karena subsidi harga Rp 1.000 sudah bagus untuk membantu kebutuhan perajin," jelasnya. 

Ketua Primer Koperasi Produsen Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kendal, Rifai mengatakan dengan adanya bantuan subsidi harga ini diharapkan dapat meringankan beban biaya produksi para perajin tempe tahu di Kendal.

Katanya, selama ini perajin tahu dan tempe mengalami kenaikan biaya produksi hingga 25 persen. Banyak perajin yang akhirnya mengurangi jumlah produksi dengan mempertimbangkan alokasi modal yang ada.

"Ada yang biasanya produksi 1 kwintal kedelai per hari, sekrang hanya 75 kilogram kedelai. Ada juga yang mengurangi ukuran produknya," tutur Rifai.

Seorang perajin tempe di Desa Penaruban Weleri, Tiban mengaku naiknya harga kedelai yang cukup tinggi ini memberatkan bagi perajin tempe. Ia pun terpaksa mengurangi produksi tempe supaya tidak mengalami kerugian. 

Untuk menjaga pelanggan, lanjut Tiban, dirinya terpaksa mengurangi ukuran tempe dari ukiran sebelumnya. Langkah ini digunakan untuk menyiasati produksi agar tidak menaikkan harga tempe kepada para konsumen. "Kalau harga dinaikkan, para pelanggan biasanya protes. Maka solusinya dengan memperkecil ukuran supaya tidak rugi," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved