Berita Video

Video Mediasi Sengketa Tanah Cebolok Warga dan Pengembang Deadlock

Sengketa tanah warga Cebolok dengan pengembang perumahan di Jalan Gajah Raya, Kota Semarang, tidak kunjung selesai.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video mediasi sengketa tanah Cebolok warga dan pengembang deadlock.

Sengketa tanah warga Cebolok dengan pengembang perumahan di Jalan Gajah Raya, Kota Semarang, tidak kunjung selesai.

Bahkan proses mediasi di kantor Kecamatan Gayamsari, Kamis (7/1/2021), berujung deadlock.

Warga Cebolok merasa resah karena tanah yang ditempatinya akan digusur oleh pengembang.

Bahkan pengembang telah mulai melakukan penggusuran sejumlah rumah di pemukiman tersebut.

Penasihat hukum warga Cebolok, Sugiyono, menuturkan hasil mediasi di kantor kecamatan menunjukkan sertifikat yang ditunjukkan pengembang berbeda nama kepemilikan. 

Hal ini diartikan bahwa pihak yang melakukan pembongkaran di wilayah tersebut tidak memiliki hak.

"Kalau tanah itu milik nama yang ada di sertifikat, warga bisa menerima. Lha ini yang membongkar tidak ada korelasinya nama di sertifikat itu," jelasnya, .

Menurutnya, warga Cebolok telah menempati tanah tersebut sejak tahun 1990.

Warga enggan melepas tanahnya itu kepada orang yang tidak tepat.

"Total kepala keluarga yang memberikan kuasa ke saya 209 orang. Mereka memberikan keberatan atas eksekusi tersebut," tutur dia.

Luas tanah yang disengketakan sekitar 17 hektare dengan nomor sertifikat tanah 474.

Warga yang sudah mendapatkan tali asih sekitar Rp 4,5 juta hingga Rp 15 juta.

"Apresial rumah itu dibuat sendiri dari pihak pengembang tanpa kesepakatan warga. Sementara warga hanya tahunya terima uang tanpa tahu berapa ganti ruginya," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved