Breaking News:

Liga 1

Manajemen PSIS Minta Hal Ini ke Pemain Selama Kompetisi Liga 1 Belum Dilanjutkan

General manager PSIS Wahyu Winarto berharap para pemain Mahesa Jenar tak patah semangat.

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL
General Manager PSIS Semarang, Wahyu "Liluk" Winarto (Tengah), berbincang dengan dua pemain bertahan PSIS Safrudin Tahar dan Fauzan Fajri di sela-sela latihan tim, Kamis (25/4/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - General manager PSIS Semarang, Wahyu "Liluk" Winarto berharap dampak dari penundaan kompetisi Liga 1 2020 yang berjalan hampir satu tahun lamanya tak membuat para pemain Mahesa Jenar patah semangat menjaga kondisi fisik mereka.

Masalah menjaga kondisi fisik ini dikatakan Liluk menjadi salah satu hal paling penting ketika para pemain menjalani latihan di rumah masing-masing.

Ia mengakui, intensitas latihan para pemain jelas berbeda jika dibanding saat latihan bersama tim. Sehingga dikhawatirkan kondisi fisik para pemain mengalami penurunan.

"Kita harap pemain tetap menjaga kondisi yang paling utama. Jaga kesehatan, itu harapan kita," kata Liluk kepada Tribun Jateng, Minggu (10/1/2021).

Sampai saat ini, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan kompetisi Liga 1 2020 yang terhenti pada Maret tahun lalu. Tim-tim Liga 1 pada musim 2020 hanya memainkan tiga pertandingan awal sebelum kompetisi disetop.

Menurut wacana, Liga 1 2020 akan kembali dilanjutkan pada bulan Februari mendatang. Namun hal ini diprediksi sulit terealisasi. Selain belum adanya surat izin dari pihak kepolisan, adanya kebijakan PSBB skala besar dari pemerintah pusat diprediksi membuat kompetisi Liga 1 2020 kemungkinan belum bisa dilanjutkan dalam waktu dekat.

Bahkan, kompetisi basket nasional IBL meski sebelumnya sudah mendapat izin dari pihak kepolisian untuk digelar lagi mulai 15 Januari mendatang, nyatanya kembali mengalami penundaan.

Liluk mengatakan, pihaknya berharap segera asa keputusan yang terbaik mengenai kelanjutan Liga 1.

Dalam pandanganannya, pria berusia 46 tahun tersebut menjelaskan baiknya kompetisi Liga 1 2020 dihentikan, dan fokus mempersiapkan kompetisi yang baru untuk musim 2021.

"Kita harapkan ada jalan terbaik dari situasi ini. Kalau menurut saya lebih baik kompetisi tahum 2020 dihentikan saja. Tidak usah dilanjut. Mari PSSI atau LIB fokus menyiapkan kompetisi 2021, kompetisi yang baru," kata Liluk.

Lebih lanjut ia mengatakan penundaan kompetisi yang berlarut-larut membuat kondisi finansial tim makin terpuruk.

Ia pun menyebut pihak manajemen Mahesa Jenar butuh dukungan doa agar bisa menjalani masa-masa krisis finansial saat ini.

"Kita minta pemain berikan doa dan dukungannya ke manajemen supaya kuat menjalani masa vakumnya kompetisi ini," jelasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved