Breaking News:

Berita Kendal

Usai Kalah Pada Pilkada Kendal 2020, PPP Target Raih 9 Kursi 2024 Mendatang

DPC PPP Kendal berniat untuk meraih 9 kursi dalam Pemilihan Legislatif DPRD pada 2024 mendatang. 

Istimewa
Pengurus DPC PPP Kendal merayakan Harlah dan Istigosah ke-48 PPP di gedung paripurna DPRD Kendal, Minggu (10/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kendal berniat untuk meraih 9 kursi dalam Pemilihan Legislatif DPRD pada 2024 mendatang. 

Target tinggi penambahan kursi itu disampaikan langsung oleh Ketua DPC PPP Kendal Mustamsikin saat perayaan Harlah dan Istigosah ke-48 PPP di gedung paripurna DPRD Kendal, Minggu (10/01/2021).

Pihaknya ingin mengembalikan kejayaan PPP seperti saat Pileg 1999 lalu. Terlebih, dengan target 9 kursi nantinya, PPP dapat maju sendiri dalam perburuan calon kepala daerah masa-masa yang akan datang.

"Target kami tidak muluk-muluk jika dalam Pileg 2019 kami meraih 5 kursi, pada Pileg 2024 nanti kami bisa meraih 9 kursi," terangnya.

Diketahui, dengan hak 5 kursi di DPRD saat ini, menjadikan kader PPP tidak bisa mengusung sendiri Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati pada Pulkada 2020 lalu. Akhirnya, kader PPP yang merupakan ketua DPC dipasangkan dengan kader pemilik 10 kursi dari PDI Perjuangan. 

Namun nahas, alih-alih membentuk kekuatan yang besar, keduanya justru mendapatkan suara terendah dibandingkan pasangan calon dari partai politik lainnya. Artinya, PPP kembali menguburkan mimpinya untuk menempatkan kadernya sebagai pemimpin Kendal.

Kata Mustamsikin, dalam Pileg 2019 lalu, perolehan suara PPP di Kendal cukup bagus dan masuk dalam peringkat tiga perolehan suara terbanyak. Namun, karena penyebarannya yang tidak merata sehingga perolehan kursinya masih dibawah Partai Gerindra dengan 6 kursi. Sementara PPP hanya bisa mengantongi 5 kursi di bawah PKB 10 kursi, PDI Perjuangan 10 kursi, dan Gerindra 6 kursi.

"Kita ingin kesolidan pengurus dan simpatisan ini tetap terjaga, karena Pileg berikutnya kurang dari 3,5 tahun sehingga butuh persiapan yang lebih," ujarnya.

Disinggung soal Pilkada Kendal, Mustamsikin tak ingin menatap kembali apa yang sudah terjadi. Ia ingin, semua kader bisa menatap ke depan untuk mempersiapakan segala sesuatunya menjadi partai politik yang diperhitungkan.

"PPP Kendal tidak akan menjadi oposisi, karena di daerah tidak ada yang namanya oposisi. Tetapi, tetap akan mengawal jalannya pemerintahan. Jika ada yang tidak benar maka perlu diluruskan," terangnya.

Sementara Ketua DPW PPP  Jawa Tengah, Masrohan Samsuri mengatakan, dalam Pilkada, PPP tetap mempunyai target menang di setiap daerah. Meski dalam kenyataannya, tidak semua daerah bisa ditaklukkan, seperti halnya di Kendal pada Pilkada 2020 lalu. 

"Namanya Pilkada pasti ingin menang tetapi ada kehendak lain. Namun, apakah harus menyesal, tentu tidak karena mesin partai bergerak dan berkonsolidasi serta berjalan dengan baik. Pada pemilu ke depan harus memenangkan, dengan cara genjot modal partai untuk memenangkan Pilkada berikutnya," tegasnya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved