Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Cerita 3 Nelayan Saat Detik-detik Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182, Dentuman Dikira Tsunami

Detik-detik saat pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ-182 terjatuh ternyata sempat dilihat oleh tiga orang nelayan pencari ikan di sekitar Pulau La

Editor: m nur huda
ADEK BERRY / AFP
Tim dari TNI AL menahan bangkai pesawat Sriwijaya Air penerbangan SJY182 pada operasi pencarian dan penyelamatan di laut dekat pulau Lancang pada 10 Januari 2021 (ADEK BERRY / AFP) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Detik-detik saat pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ-182 terjatuh ternyata sempat dilihat oleh tiga orang nelayan pencari ikan di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/11/2021) lalu.

Kesaksian ketiga nelayan tersebut disampaikan kepada Polres Kepulauan Seribu sesaat usai kejadian naas tersebut.

Namun memang, ketiga nelayan tidak melihat langsung bentuk pesawat tersebut saat pross jatuhnya.

Baca juga: Ketika Jennifer Lopez Pamer Tubuh Seksi di Usia 51 Tahun di Pantai

Baca juga: Sambil Bawa Pedang Conan, Arnold: Donald Trump Presiden AS Terburuk Sepanjang Masa

Baca juga: Gunung Merapi Tadi Malam Keluarkan 26 Kali Lava Pijar, terjadi Hujan Abu di Sisi Selatan

Baca juga: Selama PKM Samsat Online Keliling Semarang Tetap Beroperasi, Ini Jadwal Senin 11 Januari 2021

"Kemarin itu ada tiga nelayan memberikan informasi awal pada saat jatuhnya pesawat ini, mereka tidak melihat langsung pesawat jatuh itu tidak," kata Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Eko Wahyu di Kapal KN SAR Wisnu, Kepulauan Seribu, Senin (11/1/2021).

Dijelaskan Eko, ketiga nelayan itu bercerita kondisi perairan saat itu tengah dilanda hujan lebat sekitar pukul 15.00-15.30 WIB pada Sabtu (9/1/2021).

Seketika aktivitasnya terhenti karena mendengar suara dentuman keras.

Ketiga nelayan mendengar jelas dentuman itu karena jaraknya hanya sekitar 100 meter dari lokasi pesawat tersebut jatuh. Yang semakin meyakinkan, adanya air naik beserta serpihan logam ke atas setinggi 15 meter.

"Nelayan itu mendengar suara dentuman keras sekali terus air naik ke atas sampai 15 meter. Situasi pada saat itu hujan deras, dia perkirakan antara 100 sampai 150 meter jaraknya dengan lokasi."

"Di hujan deras sebenarnya untuk penglihatan jarak pandang itu nggak bisa terlalu keliatan," ungkapnya.

Awalnya, ketiga nelayan itu tidak curiga itu merupakan pesawat Sriwijaya Air SJY-182 rute Jakarta-Pontianak yang terjatuh. Menurut Eko, ketiga nelayan itu khawatir adanya tsunami.

"Dikira apa ini, bencana tsunami dan sebagainya ternyata setelah air itu naik ada serpihan-serpihan itu diduga ada kapal (pesawat) jatuh."

"Mereka melaporkan kapospol, kemudian lapor ke kapolsek akhirnya kan kita tindak lanjuti laporan keatas," jelasnya.

Usai kejadian, ia menuturkan tidak ada satu pun nelayan yang berani mendekat ke lokasi kejadian. Ia juga tak mengetahui apakah ada penumpang yang masih hidup sesaat usai kejadian.

"Mereka nggak berani mendekat beralasan dikira musibah tsunami atau apa, mereka masih bertanya-tanya apa ini, makanya mereka langsung cepet kembali, langsung lapor," pungkasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tiga Nelayan Ini Jadi Saksi Detik-detik Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Baca juga: Cerita Penyelam Soal Kondisi Dasar Laut Lokasi Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh: Pesawat Hancur Total

Baca juga: Ditemukan Varian Baru Covid-19 di Jepang, Terdeteksi dari 4 Warga Asal Amazonas Brasil

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved