Breaking News:

Diprediksi Banyak Malapetaka, Spanyol Dihantam Badai Salju Terparah dalam 50 Tahun Terakhir

Hasil ramalan cuaca menyebut, kemungkinan akan muncul lebih banyak malapetaka pada pekan ini. Pasalnya, Badai Filomena membawa hujan salju terparah.

Editor: Vito
PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP
Seorang pria berjalan saat hujan salju lebat turun di Madrid pada Jumat (8/1) lalu. Salju lebat turun di sebagian besar Spanyol, disebut sebagai yang terparah dalam 50 tahun terakhir, meninggalkan area luas yang diselimuti warna putih saat Badai Filomena membawa cuaca dingin di semenanjung Iberia. 

TRIBUNJATENG.COM, MADRID - Spanyol dihujam badai salju yang parah sehingga menewaskan empat orang sejak pekan lalu.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (9/1), Badai Filomena tersebut juga melumpuhkan transportasi di wilayah Spanyol. Ibu Kota Spanyol, Madrid, juga tertutupi banyak salju pada Sabtu.

Hasil ramalan cuaca menyebutkan, kemungkinan akan muncul lebih banyak malapetaka pada pekan ini. Pasalnya, Badai Filomena membawa hujan salju terparah dalam beberapa dekade terakhir di seluruh wilayah Spanyol tengah.

Di wilayah Madrid, tim penyelamat berhasil menyelamatkan 1.500 orang yang terjebak di dalam mobil. Sedangkan di Gran Via, penduduk berseluncur di atas salju dan saling melempar bola salju, menyusul saking tebalnya lapisan salju yang menyelimuti wilayah itu.

"Sungguh mengherankan, kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya," kata satu warga yang mengaku bernama Marcos (30).

Di sisi lain, seorang pria dan seorang wanita terperangkap di dalam mobil, dan tenggelam setelah sungai meluap di dekat Malaga. Sementara itu, sebanyak dua tunawisma dilaporkan tewas membeku di Madrid dan di Calatayud.

"Saya ingin mengulangi seruan dari pemerintah agar masyarakat berhati-hati dalam menghadapi evolusi cuaca dalam beberapa jam ke depan," tulis, Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez, di Twitter.

Julian Morcillo, dari Badan Metereologi Negara (Aemet), mengatakan, suhu kemungkinan akan turun hingga minus 10 derajat Celsius pekan ini. Salju turun di Madrid sangat banyak, dan menjadikannya badai salju terparah sejak 1971, atau 50 tahun lalu.

Bandara Barajas di Madrid ditutup mulai Jumat (8/1) malam lalu waktu setermpat. Sementara secara nasional, lebih dari 650 jalan telah ditutup.

"Tidak ada solusi hari ini," keluh Christopher, seorang warga negara Norwegia yang tinggal di Spanyol, terjebak dengan mobilnya di jalan, setelah gagal ikut penerbangan ke Chile.

"Saya terjebak di sini tanpa air atau bantuan lain," tambah Patricia Manzanares, di dalam mobilnya, di jalan raya M-40 Madrid, sejak Jumat pukul 19.00 malam waktu setempat. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved