Breaking News:

Berita Batang

Cerita Waryu dan Yuriah Terharu Tak Sangka Utangnya Dilunasi Bupati Batang Wihaji

Wajah penuh haru dengan senyuman malu terlihat dari dua perempuan paruh baya ketika rumahnya dikunjungi Bupati Batang Wihaji. 

TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji saat berbincang dengan Waryu dan Yuriah di Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Selasa (12/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Wajah penuh haru dengan senyuman malu terlihat dari dua perempuan paruh baya ketika rumahnya dikunjungi Bupati Batang Wihaji. 

Adalah Waryu seorang penyandang disabilitas netra dan Yuriah yang tinggal dalam satu rumah di Desa Pesantren,  Kecamatan Blado. 

Yuriah, yang harus tetap menjalani hidup bersama Waryu hanya bisa mengandalkan hasil dari buruh cengkeh yang tak menentu. 

Hasil yang diperoleh pun terkadang tidak bisa mencukupi untuk makan sehari-hari, ia pun dengan terpaksa menunggu dermawan dari tetangganya. 

Waryu dan Yuriah tak henti-hentinya mengucap syukur dan tak menyangka akan didatangi orang nomor satu di Batang. 

Pasalnya, selain mendapatkan bantuan paket sembako, mereka juga mendapatkan uang sebesar Rp 3 Juta  untuk melunasi hutangnya di warung.  sebesar Rp 600 Ribu 

“Alhamdulillah dapat rezeki yang tak terduga kedatangan Pak Wihaji yang peduli dan memberikan bantuan, hutang sudah lunas, dan masih sisa untuk makan dua bulan," tutur Yuriah, Selasa (12/1/2021).

Kedatangan Bupati Batang, Wihaji, tak lain untuk terus melanjutkan  program tilik warganya yang kurang beruntung. 

Kunjungan kali ini, Wihaji mendapatkan laporan dari warga melalui media sosialnya facebooknya.

“Ada laporan dari facebook warga desa Pesantren kecamatan Blado, satu anggota keluarga tidak bisa melihat hidup bersama kerabatnya yang sama–sama tidak punya suami dan anak,” tutur Wihaji. 

Dikatakannya, setelah dipastikan ke rumahnya, memang betul mereka hidup dalam serba keterbatasan. 

“Rumah yang dimilikinya merupakan hasil swadaya partisipasi warga, maka hatus kita bantu karena benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Wihaji juga mengapresiasi kepedulian dan partisipasi warga untuk membantu tetangga terdekatnya.  

“Ini yang saya suka, ada partisipasi warga, karena tidak bisa hanya mengandalkan bantuan Pemda saja. Pemerintah tetap hadir tetapi kemampuan terbatas dan tidak bisa mengcover semuanya,” pungkasnya. (din) 

Penulis: dina indriani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved