Breaking News:

Berita Karanganyar

Mbah Reso Tertimpa Puing Atap Rumahnya, Pelipisnya Terluka: Ada Suara Grubyuk, Saya Kira Kereta Api

Ketika Tribunjateng.com mendatangi rumah itu, bagian depan rumah roboh dan hanya menyisakan tembok di sisi timur dan ruang belakang.

Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Warga saat berupaya merobohkan tembok rumah bagian depan milik Mbah Reso, Selasa (12/1/2021).  

Surono menceritakan, sejak pindah dari Kebakkramat ke Desa Jetis Kecamatan Jaten pada 1999, rumah Mbah Reso sudah berdiri. 

Anak korban, Suyamto (55) mengungkapkan, sempat mengajak ibunya untuk tinggal bersama keluarganya di Mojosongo Solo.

Namun ibunya menolak dan memilih tinggal sendiri di Wates Desa Jetis.

"Sempat ada rencana renovasi pada Maret tahun ini.

Yang direnovasi bagian depan.

Bangunan sudah lama jadi kondisinya sudah rapuh.

Nanti renovasi pakai uang pribadi.

Bagian depan dibangun lagi pakai baja ringan," ungkapnya. 

Kades Jetis, Nur Wibowo menambahkan, pemerintah desa akan berupaya untuk meringankan atau membantu pembangunan rumah milik Mbah Reso.

Mengingat, setiap tahunnya dari dana APBDes sudah dianggarkan dana darurat untuk warga yang terkena bencana. 

"Nanti kita bantu.

Nilainya berapa belum bisa memastikan.

Karena APBDes belum diketok.

Setiap tahunnya dana darurat total sekitar Rp 25 juta.

Tahun ini nilainya sama," imbuhnya.

(Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved