Breaking News:

Berita Tegal

Ngopi Surup Bersama Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro, Ingin Wisata Pesisir Terkelola dengan Baik

Program Ngopi Surup kali ini bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Kusnendro.

Tribun Jateng/Fajar Bahruddin Achmad
Pemimpin Redaksi Tribun Jateng Erwin Ardian (kanan) berbincang dengan Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro (kiri) dalam Program Ngopi Surup. 

Sekarang satu-satunya wisata pesisir yang dikelola oleh pemerintah kota adalah Pantai Alam Indah (PAI) Tegal. Tetapi sebagian tanahnya adalah milik PT Pelindo III. Sehingga pemerintah kota masih sewa. 

Sementara ada beberapa wilayah pantai yang sekarang mulai ramai, seperti Pantai Pulau Kodok, Pantai Batamsari, dan Pantai Muarareja Indah. 

Itu lumayan kawasan pantainya. Kalau pemerintah kota berpikir membangunnya dan mengelolanya, saya rasa itu akan menjadi pendapatan asli daerah yang baru. Karena selama ini pantai-pantai tersebut dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). 

Kemudian penanganan banjir dan rob harus ditingkatkan kembali. Tegal itu sudah pasti rob. Termasuk penanganan abrasi pantai. 

Groin sudah dibangun, tetapi perawatannya masih belum. Jika anggaran mencukupi, maka perlu ada pembangunan sabuk pantai. 

Groin diperlukan karena selain untuk memecah gelombang, juga untuk menangkap pasir. Sehingga ketika pasir tertangkap groin akan menjadi sedimentasi baru. 

Dalam kesempatan itu, Erwin memberikan quick question. Kusnendro harus memilih salah satu dan menjawab dengan cepat.

Tradisional atau modern? Tradisional

Partai atau rakyat? Rakyat

Pendidikan atau kesehatan? Pendidikan

Pantai atau gunung? Pantai

Sate batibul atau soto tauco? Soto tauco

Nasionalis atau religius? Nasionalis 

Masak atau dimasakin? Dimasakin

Buruh atau investor? Investor

Teh poci atau kopi lawet? Kopi lawet

Ada yang menarik, kenapa memilih rakyat daripada partai? 

Jadi pada intinya partai itu kan representasi dari rakyat. Pengertian dari partai itu terlalu sempit, partai sudah otomatisasi rakyat. Partai juga ujung-ujungnya untuk menyejahterakan rakyat. 

Lalu kenapa lebih memilih investor daripada buruh? 

Jadi kita jangan selamanya menjadi buruh terus. Kita harus menjadi investor. Dengan menjadi investor maka akan mengurangi pengangguran dan membuka tenaga kerja. Kalau jadi buruh terus tidak bisa melakukan apa-apa. 

Pesan Mas Kusnendro untuk masyarakat? 

Saya ingin menyampaikan, bawah orang itu harus punya prinsip. Kalau prinsip itu tidak tergoyahkan, saya yakin suatu saat nanti pasti ada manfaatnya. 

Kedua harus disiplin di segala hal, baik di masyarakat maupun tempat kerja. Karena dengan disiplin akan banyak hal yang bisa dicapai. Seorang pengusaha menjadi sukses itu kan karena disiplin. 

Alhamdulillah saya sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Kota Tegal sampai hari ini tidak pernah bolos rapat paripurna. Saya juga selalu mempimpin rapat paripurna. (*)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved