Breaking News:

Berita Tegal

40 Rumah Baca Bakal Tersebar di Tiap Kelurahan Kota Tegal 

Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi mengadakan pertemuan untuk bahas program peningkatan literasi.

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi mengadakan pertemuan untuk membahas program peningkatan literasi di Kota Tegal. 

Pertemuan membahas program peningkatan literasi di Kantor Wali Kota Tegal, Rabu (13/1/2021).
Pertemuan membahas program peningkatan literasi di Kantor Wali Kota Tegal, Rabu (13/1/2021). (Tribun Jateng/Fajar Bahruddin Achmad)

Mereka yang datang di antaranya, pegiat literasi Yusqon, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Ismail Fahmi, dan Kepala DPPKBP2PA Kota Tegal Mohamad Afin.

Pegiat literasi Kota Tegal, Yusqon mengatakan, kedatangannya menemui wakil wali kota untuk membahas program peningkatan literasi di Kota Tegal

Ia mengatakan, poin utama yang disampaikan adalah rencana pendirian rumah baca di 40 titik.  Pendirian rumah baca tersebut sekaligus menjadi implementasi atas kehadiran 46 duta baca yang tersebar di Kota Tegal

"Hasil dari duta baca apa, nanti ada rumah baca di masing-masing kelurahan. Kita sedang targetkan," kata Yusqon kepada tribunjateng.com di Kantor Wakil Wali Kota Tegal, Rabu (13/1/2021). 

Yusqon mengatakan, 40 rumah baca tersebut saat ini sudah ada. Namun baru akan diresmikan bertepatan hari jadi Kota Tegal di bulan April. 

Selain itu, menurut Yusqon, pihaknya juga sedang fokus mengelola rumah baca pesisir di Kampung Pulau Kodok dan Kampung Batamsari. 

Ia mengatakan, masyarakat pesisir yang masih memiliki keterbatasan dalam membaca akan ditingkatkan. 

"Itu kan rumah baca, jadi keterbatasan mereka dalam membaca Insyaallah akan kita tingkatkan," ungkapnya.  

Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi mengatakan, pertemuan ini untuk membahas persiapan Tegal menjadi kota literasi. 

Saat ini sudah ada sekolah terminal, sekolah laut, rumah baca, duta baca, dan sebagainya. 

Jumadi mengatakan, pemberdayaan masyarakat tentang literasi masih diperlukan.  Karena kota yang cerdas dimulai dari masyarakat yang cerdas. 

"The real smart city dimulai dari the real smart people. Artinya masyarakat yang cerdas bisa mewujudkan kota yang cerdas," katanya. 

Jumadi berharap, setiap kelurahan bisa menjadi kelurahan literasi.  Ia juga mengimbau agar pada duta baca menggiatkan literasi di kelurahan masing-masing. 

"Kita punya duta baca, mereka harus menggiatkan literasi di Kelurahannya masing-masing," pesannya. (*)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved