Breaking News:

Liga 1

CEO PSIS Ungkap Pelatih Dragan Djukanovic Banyak Diminati Klub-klub di Asia dan Eropa

CEO PSIS tak membantah jika pelatih PSIS saat ini Dragan Djukanovic sedang menerima banyak tawaran.

Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra
CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi saat bertemu sejumlah awak media di Kota Semarang, Rabu (13/1/2021) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi tak membantah jika pelatih PSIS saat ini Dragan Djukanovic sedang menerima banyak tawaran dari klub-klub di sejumlah negara Asia dan Eropa.

Kabar terbaru, Dragan disebut baru saja menolak sejumlah tawaran melatih di Malaysia dan India. Eks pelatih Borneo FC tersebut lebih memilih setia bersama PSIS Semarang meski saat ini belum ada kejelasan kompetisi sepakbola tanah air.

Meski disebut-sebut Liga 1 dan Liga 2 akan bergulir kembali pada Februari mendatang, namun memasuki pertengahan Januari ini belum ada tanda-tanda kompetisi akan dilanjutkan.
Yoyok menyebut Dragan memang pelatih yang diidam-idamkan banyak manajemen klub di berbagai negara.

Apa rahasianya?.

"Sebenarnya Coach Dragan itu pelatih yang cukup diminati, apalagi di Asia. Coach Dragan ini beliau punya karakter bahwa jika dia di tim selalu all out. Dan beliau tidak mau hanya satu tahun. Dia ingin punya target jangka panjang," kata Yoyok di hadapan awak media di Semarang, Rabu (13/1/2021).

"Makanya beberapa penawaran di Malaysia, di Eropa dia tidak mau ambil karena beliau takut atau tidak mau kehilangan program di PSIS karena dia punya program jangka panjang," tambahnya.

Bersama PSIS Semarang, Dragan dan PSIS memiliki kontrak kerjasama hingga akhir musim kompetisi 2021. Namun, menurut Yoyok pihaknya memiliki target jangka panjang hingga empat tahun lamanya.

"Itu yang terjadi antara kami dengan Dragan, kami punya rencana target empat tahun. Yang endingnya PSIS juara," ucapnya.

Adanya gangguan pandemi covid-19 diakui Yoyok mempengaruhi rencana tim yang dipimpin Dragan Djukanovic saat ini.

"Tapi dengan adanya pandemi ini, pasti agak berkurang. Rencana berubah," katanya.

Andai kompetisi berjalan normal, program tim di tahun pertama yaitu penguatan tim. Kemudian di tahun kedua para pemain muda PSIS di orbitkan.

"Tahun ketiga kita punya kerangka tim yang kuat. Sehingga di tahun keempat harapan kita adalah juara kompetisi," ucap Yoyok.

"Ini yang saya lihat bahwa kenapa Coach Dragan tidak mau ketempat lain. Karena dia masih ingin melanjutkan program jangka panjangnya berjalan," tambah pria yang juga merupakan anggota DPR RI tersebut. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved