Breaking News:

Puisi

Puisi Interior Senja Kurnia Effendi

Puisi Interior Senja Kurnia Effendi dalam buku Hujan Kopi dan Ciuman: Itulah pantai Dengan batas langit dan kaki bukit Sebentuk pinggang benua Terliha

WIKIPEDIA
Kurnia Effendi 

Puisi Interior Senja Kurnia Effendi

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Interior Senja Kurnia Effendi dalam buku Hujan Kopi dan Ciuman:

Interior Senja

Itulah pantai
Dengan batas langit dan kaki bukit
Sebentuk pinggang benua
Terlihat ramping dari angkasa

Alangkah gaduh cuaca
Seperti sisa perang brubuh
Yang bergerak meninggalkan ekuator

Dari bingkai jendela
Tumbuh menara korintian
Membatas warna, membedakan waktu yang tersisih
Dan reda menjelang malam

Bekas hangat bibirmu
Ingin menetap di tengkuk
Tak kudengar ucapan perpisahan
Selain desir langkah yang meninggalkan

Alangkah gaduh perasaan
Sayatan emas yang tercampak di cakrawala
Telah mengirim ujung kerasnya ke jantungku
Meninggalkan bercak merah padam

Itulah senja
Dengan batas langit antara dua waktu
Dan keputusan yang segera
Dilupakan

Jakarta, 1997

(*)

Penulis: iam
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved