Breaking News:

Berita Karanganyar

Satpol PP Karanganyar Bubarkan Acara Syukuran yang Nekat Sertakan Hiburan dan Sediakan Kursi Tamu

Satpol PP Karanganyar terpaksa membubarkan acara syukuran kelahiran anak yang digelar tidak sesuai PKM.

Istimewa
Anggota Satpol PP Karanganyar saat menyambangi rumah yang menggelar acara syukuran atas kelahiran anak yang digelar tidak sesuai aturan selama pemberlakuan PKM di Desa Gondangmanis Kecamatan Karangpanan Kabupaten Karanganyar, Rabu (13/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Anggota Satpol PP Karanganyar terpaksa membubarkan acara syukuran kelahiran anak yang digelar tidak sesuai dengan aturan selama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Desa Gondangmanis Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar, Rabu (13/1/2021) siang.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jati Wibowo menyampai

Anggota Satpol PP Karanganyar saat menyambangi rumah yang menggelar acara syukuran atas kelahiran anak yang digelar tidak sesuai aturan selama pemberlakuan PKM di Desa Gondangmanis Kecamatan Karangpanan Kabupaten Karanganyar, Rabu (13/1/2021).
Anggota Satpol PP Karanganyar saat menyambangi rumah yang menggelar acara syukuran atas kelahiran anak yang digelar tidak sesuai aturan selama pemberlakuan PKM di Desa Gondangmanis Kecamatan Karangpanan Kabupaten Karanganyar, Rabu (13/1/2021). (Istimewa)

kan, kegiatan sosial serupa hajatan selama PKM diperbolehkan digelar bagi warga yang telah mendapatkan rekomendasi dari kecamatan sesuai arahan dari Forkopimda Karanganyar.

Kendati demikian, lanjutnya, bagi warga yang terlanjur menjadwalkan acara selama pemberlakuan PKM diminta supaya merubah konsep acara dengan banyu mili, tidak ada kursi dan tidak ada hiburan.

"Kami dapat aduan dari warga ada yang menggelar acara dengan menggunakan kursi dan ada hiburan terpaksa kami bubarkan," katanya kepada Tribunjateng.com di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (13/1/2021).

Dia menjelaskan, selain karena acara digelar tidak sesuai dengan arahan dari Bupati Karanganyar, berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar ada penambahan kasus Covid-19 yang cukup signifikan dari kluster hajatan.

"Agar tidak terjadi penambahan lagi, makanya hajatan kami minta sesuai dengan arahan dari Bupati," ucapnya.

Yophy sapaan akrabnya mengungkapkan, saat anggota mendatangi lokasi acara, sedang berlangsung hiburan. Namun hidangan belum diberikan kepada para tamu.

"Kami beri waktu hidangan supaya dikeluarkan. Setelah itu bubar. Kursi dan meja, kami minta diangkut," terangnya.

Dia menambahkan, rekomendasi acara tersebut sudah diberikan oleh pihak kecamatan sebelum pemberlakuan PKM. Namun setelah pemberlakuan aturan pembatasan kegiatan, Forkopimda Karanganyar telah meminta supaya warga yang sudah mendapatkan rekomendasi supaya menggelar acara dengan catatan tidak ada kursi, meja dan hiburan serta menggunkan konsep banyu mili.

"Tapi mereka tetap nekat. Pemilik rumah kooperatif. Kami jelaskan, kami datang, kami minta maaf dan menegakkan aturan demi keselamatan keluarga dan masyarakat, akhirnya mereka bisa menerima," pungkasnya.

Sesuai dengan Instruksi Bupati Karanganyar Nomor 180/2 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19). 

Acara hajatan (akad nikah, resepsi, dan sejenisnya) yang diselenggarakan dalam kurun waktu 11 hingga 25 Januari 2021 yang telah mendapatkan rekomendasi/izin dan/atau dalam kondisi undangan telah diedarkan tetap dapat dilaksanakan dengan persyaratan; acara diselenggarakan siang hari, tidak menyediakan hiburan, menggunakan konsep banyu mili dan tanpa kursi, konsumsi bagi tamu langsung dibawa pulang dan menerapkan protokol kesehatan ketat. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved