Breaking News:

Berita Semarang

Warga Harap Kampung Bahari Tambaklorok Segera Dibangun Tanggul Pemeceh Gelombang

Kelanjutan pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok berupa tanggul pemecah gelombang sangat diharapkan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
Istimewa
Suasana Kampung Bahari Tambaklorok 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kelanjutan proses pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok berupa tanggul pemecah gelombang sangat diharapkan oleh warga Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara.

Pembangunan ini dinilai penting agar nelayan tidak merasa was-was saat ada gelombang tinggi.

Warga Tambaklorok, Rozikin mengatakan, tanggul laut sudah dibangun di sebelah selatan. Menurutnya, pembangunan perlu dilanjutkan hingga menyeluruh.

"Sebenarnya pada tahun 2020, pembangunan talud kali banger bersebelahan dengan Indonesia Power sudah dikerjakan. Namun, karena terkena rekofusing anggaran untuk penanganan Covid-19 sehingga proyek itu ditunda, dan akan dilanjutkan pada 2021,"katanya, Rabu, (13/1/2021). 

Pembangunan talud di kampung bahari, sambungnya, sangat diharapkan mengingat sebagian warga yang sempat terdampak gelombang pasang laut mengaku was-was setiap saat terjadi cuaca buruk.

"Sebelumnya, akibat gelombang pasang laut membuat tanggul jebol beberapa waktu lalu dan menyebabkan 13 rumah warga rusak ringan hingga berat. Sehingga, terpakasa harus ada sebagian yang mengungsi," ujarnya. 

Warga lain, Muslikin menambahkan, nelayan khawatir saat terjadi gelombang tinggi dan angin besar karena air laut naik masuk ke dermaga Kampung Bahari. Padahal, tinggi dermaga dari permukaan air 70 cm. 

"Kalau air laut naik masuk ke dermaga, banyak nelayan mengungsikan atau memindahkan perahunya ke tempatnya lain yang lebih aman," katanya.

Dia berharap, keliling dermaga dibangun talud pemecah gelombang. Dari informasi yang ia terima, rencananya akan dibangun talud pada 2021. Pemkot Semaramg juga telah memberikan sosialisasi terkait rencana tersebut.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Pemerintah Kota Semarang telah berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat untuk penyelesaian pembangunan sheet pile atau dinding vertikal penahan gelombang air laut. Diharapkan, penyelesaian pembangunan sheet pile bisa terealisasi pada 2021 mendatang.

"Memang harus pakai sheet pile. Kalau hanya ditumpuki karung bisa bocor lagi. Kami harap tahun depan bisa dibangun sheet pile dari Kementrian PUPR karena sebenarnya hanya tinggal sedikit saja," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved