Breaking News:

Berita Banjarnegara

Asyik Panen di Kebun Orang, Warga Wonosobo Ini Ditangkap Polisi

PT (39) warga Desa Garunglor Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo harus berurusan dengan polisi.

TRIBUN BANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - PT (39) warga Desa Garunglor Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo harus berurusan dengan polisi. Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 10.00 WIB, ia tertangkap basah sedang mencuri sayur kubis milik NT (50) warga desa Babadan Kecamatan Pagentan, Banjarnegara.  

Sayur yang dicuri itu masih berada di kebun yang terletak di Desa Gembol Kecamatan Pejawaran Banjarnegara

Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto melalui Kapolsek Pejawaran Akp Ali Miharto mengatakan, kejadian bermula ketika NT (50) akan menjual sayur siap panen kepada NP (48) warga desa Condongcampur Pejawaran. 

NP pun lantas mendatangi kebun milik NT untuk melihat tanaman sayuran yang akan dibelinya. Sesampainya di kebun, NP malah mendapati tanaman yang akan dibelinya itu sedang dipanen dua orang. Ia pun lantas menelepon  NT untuk menanyakan hal tersebut.  Terlebih mereka mengaku memanen atas suruhan pemilik kebun, NT. 

"NT menanyakan kenapa sayur yang akan dijual kepadanya sedang dipanen dua orang yang mengaku orang suruhan korban. Si korban ini menjawab bahwa ia tidak memerintahkan orang untuk memanen kubis miliknya," katanya saat konferensi pers di Polsek Pejawaran, Rabu (13/1/21). 

Korban yang mencurigai ada pencurian di kebunnya, lanjut AKP Ali Miharto, meminta NT untuk mengamankan orang tersebut. NT lantas menghubungi anggota Polsek untuk menangkap tersangka. 

NT bersama temannya TD, dibantu warga sekitar kebun mengamankan PT . Anggota Polsek lantas datang untuk menangkap. 
Polisi juga menyita barang bukti kubis hasil curian, dua pisau panjang sekitar 20 cm, karung dan sepeda motor pretelan Yamaha Jupiter. 

"Sedangkan teman tersangka yang kabur masih dalam proses penyelidikan," ungkapnya. 

Ia mengatakan, NT merupakan penggarap tanah milik GM. Adapun tersangka yang kabur ternyata biasa membantu NT menggarap tanah dan mengenal baik korban.  Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian 6 karung, kurang lebih seberat 4 kuintal. 

"Diperkirakan sekitar empat juta," ujarnya. 

Ia mengungkapkan, tersangka PT merupakan residivis dua kasus di Polres Wonosobo. 
Ia pernah mencuri ternak dan menjambret emas milik saudara sendiri. 

Tersangka dijerat Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. 

Kapolsek mengimbau, mengingat saat ini harga sayuran sedang melambung tinggi, warga agar bersama TNI-Polri bersinergi menjaga keamanan. 

"Menjaga kebun masing-masing karena banyak pencuri. Sebab harga sayuran, lombok dan lain-lain harganya sedang melonjak tinggi," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved