Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Saya Ngga Ada Bakat Jadi Penerbang, Kenang Boy Ayah Kopilot Diego Korban Sriwijaya Air Jatuh
Diego yang berstatus Kopilot Sriwijaya Air SJ-182 ternyata merupakan lulusan terbaik angkatan pertama sekolah penerbangan NAM Flying School.
"Saya bilang kenapa you bisa bilang begitu ya nyatanya dia (Diego) punya talenta yang tadinya dia bilang saya engga ada bakat untuk jadi penerbang, ternyata dia bisa sukses punya potensi," tuturnya.
Diego Mamahit diketahui merupakan Kopilot yang menerbangkan pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada, Sabtu (8/1/2021).
Diego menikah dengan seorang wanita bernama Prisila Teja dan sudah dikaruniai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun.
Pasca-menikah, Diego tinggal di daerah Tangerang bersama anak istrinya.
Sebelumnya sejak kecil dia tinggal di Bekasi di kediaman orangtuanya.
Keluarga Gelar Ibadah
Keluarga dari Diego Mamahit menggelar ibadah penguatan di rumah kawasan Jalan Nakula, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (14/1/2021).
Ibadah tersebut dilakukan guna menguatkan keluarga atas peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang menimpa Diego Mamahit selaku Kopilot.
Ibadah berjalan dengan hikmat mulai pukul 18.00 hingga pukul 19.00.
Beberapa lagu rohani dilantunkan keluarga selama ibadah berlangsung.
Di rumah duka, terdapat ragam karangan bunga ucapan ucapan dukacita dari berbagai kalangan.
Beberapa karangan bunga berasal dari Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.
Di tengah ibadah, Direktur Utama Sriwijaya Air yakni Jefferson Jauwena terlihat hadir di rumah keluarga.
Tak banyak kata yang terucap dari mulut Jefferson.
"Kami turut berdukacita atas peristiwa yang menimpa keluarga. Untuk keterangan selanjutnya kita menunggu hasil investigasi," kata dia singkat saat ditanya awak media.