Breaking News:

Liga 1

.Agar Tak Kehilangan Kemampuan Melatih, Ini yang Dilakukan Asisten Pelatih PSIS

Asisten pelatih PSIS Semarang Imran Nahumarury tak mau kemampuan melatihnya hilang.

IST
Imran Nahumarury 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asisten pelatih PSIS Semarang Imran Nahumarury tak mau kemampuan melatihnya hilang selama kompetisi Liga 1 belum dijalankan.

Menurut Imran, vakumnya kompetisi yang cukup lama menjadi konsekuensi tersendiri bagi pelaku sepakbola. Bila para pemain rentan mengalami penurunan kondisi kebugaran, maka di dunia kepelatihan bakal rentan kehilangan kemampuan analisa.

Kepada Tribun Jateng, selama kembali ke kampung kelahirannya di Tulehu, Provinsi Maluku, Imran mengaku tak henti-hentinya mengasah kemampuan analisanya sebagai pelatih.

"Menjaga feeling melatih ini biar tidak hilang ya disamping liburan di Tulehu, Ambon, di sini ada banyak pemain nasional, pemain Liga 1 yang sedang sama-sama pulang kampung. Ya saya sering ketemu dan melatih mereka. Tapi sebelum itu (pulang kampung--red)  saya ikut di beberapa kursus lisensi memberikan materi seperti di Pati, Jawa Tengah," kata Imran, Jumat (15/1/2021).

Menurut eks gelandang Persija Jakarta tersebut dalam menjaga feeling melatih ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan.

Versi Imran, ia juga kerap menganalisa rekaman pertandingan klub-klub Eropa. Hal ini seperti yang dilakukan pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic selama menantikan lanjutan kompetisi Liga 1.

"Kalau istirahat total ya kurang baik juga. Di dunia kepelatihan kita harus menjaga feeling melatih. Menjaga sentuhan melatih. Pokoknya jangan vakum sama sekali," ucapnya.

"Harus tetap mengasah kemampuan dalam menganalisa, mengasah feeling. Bahkan kalau di rumah saya kadang lihat atau edit-edit rekaman video tim Eropa. Saya analisa segala macam. Itu saja," pungkasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved