Berita Semarang

Begini Cara Pedagang Barang Antik Semarang Hadapi Sepi Pembeli di Masa Pandemi

Namun ternyata ada pembatasan lagi sehingga sekarang sepi kembali," terang seorang pedagang barang antik di Pasar Klitikan, Juli Hartono, Sabtu (16/1)

Penulis: iwan Arifianto | Editor: M Syofri Kurniawan
Tribun Jateng/Iwan Arifianto
Suasana Pasar Klitikan Kota Semarang yang menjual beragam barang antik berbagai jenis. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pedagang barang antik di Pasar Klitikan Kota Semarang atau yang tergabung dalam paguyuban Antikan Kawasan Kota Lama (Asem Kawak) selama masa pandemi Covid-19 harus terus memutar otak. 

Situasi sekarang menjadi semacam pukulan telak bagi usaha mereka. 

Awal pandemi Covid-19 atau sekira selama tiga bulan mereka terpaksa tak berjualan. 

Baca juga: Sosok Kompol Dani Kurniawan Kapolsek Semarang Utara, Alumni Akpol 2009, Sedikit Bicara Banyak Kerja

Baca juga: Prediksi Liverpool Vs Manchester United Liga Inggris, H2H, Susunan Pemain dan Link Live Streaming

Baca juga: 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Truk Boks vs Truk Sampah di Bawen Merupakan Petugas Sampah

Baca juga: Kecelakaan Maut di Bawen Semarang Truk Sampah Vs Truk Boks 3 Meninggal Seketika

Selepas itu, mereka diberi kelonggaran untuk dapat kembali berdagang. 

Simpul senyum dari wajah pedagang barang antik sebenarnya mulai muncul sewaktu kebijakan pandemi tak ketat lagi. 

Wisatawan dari luar kota yang mampir di Kota Semarang mulai mendongkrak penjualan. 

"Mulai ramai pembeli pada Desember kemarin hingga libur tahun baru. 

Namun ternyata ada pembatasan lagi sehingga sekarang sepi kembali," terang seorang pedagang barang antik di Pasar Klitikan, Juli Hartono, Sabtu (16/1/2021).

Dia menilai, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan untuk Jawa-Bali berpengaruh sekali dengan usahanya. 

Dia menyebut, paling tidak usahanya merosot dikisaran 60 persen. 

Kondisi normal dalam setiap satu minggu mampu menjual hingga 3 item barang. 

Sebaliknya, pada situasi pandemi butuh waktu dua minggu bahkan lebih hanya untuk menjual 3 item barang. 

Jika pendapatan dirupiahkan tak menentu sebab nominal tiap barang berbeda-beda.

"Kami yang mengandalkan pelanggan dari luar kota tentu langsung kena dampaknya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved