Breaking News:

Liga 1

Liga 1 Vakum, Pelatih PSIS Kerap Pantau Laga Real Madrid hingga Mantan Klubnya di Yunani

Pelatih PSIS Dragan Djukanovic mengaku tetap bekerja meski saat ini kompetisi Liga 1 2020 ditunda.

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL SETIAPUTRA
Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic mengaku tetap bekerja meski saat ini sedang menganggur karena kompetisi Liga 1 2020 yang masih mengalami penundaan.

Ia menyebut tetap belajar dan melakukan analisa banyak pertandingan sepakbola selama tim diliburkan.

Saat ini pelatih berusia 50 tahun tersebut sedang berada di Serbia. Ia meninggalkan Imdonesia sejak awal Oktober lalu. Tepatnya usai kompetisi Liga 1 diputuskan kembali mengalami penundaan hingga saat ini.

"Tentu saja saya terus mengasah kemampuan analisa saya sebagai pelatih. Saya selalu bekerja meskipun sekarang masih free. Tapi bagi saya tidak ada istilah liburan," ucapnya kepada Tribun Jateng, Jumat (15/1/2021).

Dragan mengatakan ia cukup sering memantau kompetisi sepakbola di Eropa. Bukan hanya dari kompetisi elit seperti Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Prancis, dan Liga Jerman. Dragan menyebut ia juga aktif memantau kompetisi sepakbola di kawasan Eropa Timur serta kompetisi sepakbola Yunani.

Khusus untuk Liga Yunani, Dragan memiliki kenangan manis di sana, sebab semasa menjadi pesepakbola profesional ia cukup banyak memperkuat klub asal Yunani. Salah satu klub yang pernah diperkuat pelatih yang dulunya berposisi sebagai striker tersebut adalah Olympiakos. Salah satu klub besar di sana.

"Saya menyaksikan pertandingan di televisi dan membuat analisa. Saya punya 14 spot channel dan saya merekam pertandingannya," ungkap Dragan.

Hasil analisa ini dikatakan Dragan sangat berguna dan diterapkan ketika kembali memimpin latihan PSIS Semarang.

"Banyak liga yang saya ikuti. Dari Inggris, Spanyol, Yunani, Jerman, Prancis, Italia," ucapnya.

Lantas, klub mana yang sering dianalisa?.

"Liverpool, Bayern Munchen, Real Madrid, PSG, Everton," jawabnya.

"Kalau dari Yunani, mantan klub saya, OFI CRETE, PAOK FC, dan Olympiakos. Bagi saya sepakbola sudah menjadi kehidupan saya. Jadi setiap hari terus berkaitan dengan sepakbola," tambah Dragan.

Kegiatan menganalisa juga dikatakan Dragan sebagai media belajar buatnya.

"Filosofi kehidupan saya adalah kamu harus belajar selama hidupmu. Karena pengetahuan tidak akan pernah cukup," pungkasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved