Breaking News:

Berita Pati

Patroli PPKM ke Lorong Indah, Bupati Pati Haryanto Tegaskan Pihaknya Tak Pandang Bulu

Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forkopimda patroli PPKM, Jumat malam.

Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kawasan Lorong Indah, Jumat (15/1/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Jumat (15/1/2021) malam.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya menyisir sejumlah lokasi, di an

Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kawasan Lorong Indah, Jumat (15/1/2021) malam.
Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kawasan Lorong Indah, Jumat (15/1/2021) malam. (Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal)

taranya kompleks Lorong Indah (LI), Kecamatan Margorejo, yang merupakan kawasan prostitusi.

Selama ini, ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa kawasan LI tidak pernah terjamah razia penegakan PPKM.

Bahkan, ada pula anggapan bahwa Pemkab Pati tidak berani menindak tegas pelanggaran yang terjadi di sana, terutama mengenai jam malam.

“Saya tidak ada pandang bulu (dalam penegakan aturan). Semua sama. Kemarin ada ASN yang terjaring razia saja saya beri sanksi kok. Kita di hadapan hukum kan sama. Tidak ada yang kebal hukum. Tidak ada istilah di sana dikesampingkan, tidak berani, dan lain-lain,” tegas Haryanto.

Saat Haryanto beserta rombongan tiba di lokasi, kompleks LI dalam keadaan sepi. Tidak tampaka ada aktivitas di sana. Di jalan masuk juga terdapat papan penanda bahwa kompleks LI tengah tutup.

“Ya tutup, karena dalam kondisi semacam itu. Namun saya tidak tahu itu patuhkah (pada ketentuan PPKM), atau menghindar. Yang jelas saat kami ke sana tidak ada aktivitas,” ujar dia.

Setelah dari kawasan LI, Haryanto melanjutkan patroli ke kompleks GOR dan Ruko Plaza Puri.

Di sana, ia menemukan sejumlah angkringan, pedagang makanan, dan kafe yang masih buka di atas pukul 21.00 WIB. Ini melanggar ketentuan jam malam selama PPKM.

Sejumlah pemuda juga tampak berkumpul di angkringan dan kafe. Haryanto pun meminta mereka semua pulang dan melanjutkan aktivitas di rumah.

Ia menunggui mereka menyelesaikan transaksi pembayaran dan memastikan mereka meninggalkan lokasi. Ia juga memastikan para pedagang angkringan maupun pengelola kafe segera menutup tempatnya setelah transaksi selesai.

“Kafe dan angkringan yang masih buka sudah kami tertibkan. Untuk memberi pemahaman pada masyarakat kadang memang sulit. Seakan mereka tidak tahu bahwa Covid-19 ini sudah menyebar ke mana-mana,” ujar Haryanto.

Ia menegaskan bahwa PPKM diberlakukan bukan tanpa alasan. Melainkan demi menyelamatkan masyarakat dari pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Ia menyesalkan masih banyaknya masyarakat yang enggan mematuhi PPKM. Padahal PPKM hanya berlaku selama dua pekan saja dan demi kepentingan bersama. (*)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved