Breaking News:

Liga 1

Gelandang PSIS Septian David Pertanyakan Nasib Kompetisi yang Tak Kunjung Digelar

Gelandang PSIS Semarang Septian David Maulana merespon terkait hasil pembahasan dalam owner meeting.

Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra
Septian David Maulana 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gelandang PSIS Semarang, Septian David Maulana merespon terkait hasil pembahasan dalam owner meeting yang digelar operator kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (LIB) dengan pemilik klub pada Jumat (15/1/2021) lalu.

Septian David Maulana
Septian David Maulana (Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra)

Satu di antara hasil rapat tersebut yakni mayoritas pemilik klub mengusulkan agar kompetisi musim 2020 baiknya dihentikan dan dimulai dengan musim yang baru. Terutama kompetisi Liga 1 2020 yang hanya berjalan selama tiga pekan kemudian dihentikan pada pertengahan Maret tahun lalu.

David menyebut, ia mendukung usulan penghentian atau pembubaran kompetisi musim 2020. Menurutnya, kompetisi yang baru berjalan tiga pekan tersebut sudah tak relevan lagi jika melihat situasinya.

"Ya kalau bagi kami, sebagai pemain mungkin sama juga dengan mayoritas usulan klub di owner meeting. Bahwasanya kami sebagai pelaku sepakbola juga menginginkan baiknya kompetisi musim 2020 ini stop saja," kata David kepada Tribun Jateng, Minggu (17/1/2021) sore.

Menurut eks penggawa Timnas Indonesia U-23 di ajang Asian Games tersebut, jika terus membahas kompetisi musim 2020 maka mau terus sampai kapan?, sebab sampai sejauh ini belum ada tanda-tanda sinyal kompetisi bakal segera bisa dijalankan.

"Kalau kita masih ngurusin Liga musim 2020, mau sampai kapan?. Dan musim 2021 ini pun mulai kapan?. Ya usulan mayoritas klub saya rasa sudah tepat. Mendingan memulai kompetisi yang baru lagi," katanya.

Lebih lanjut, David juga mempertanyakan mengenai kompetisi sepakbola nasional yang sampai saat ini masih belum bisa terlaksana karena terhambat masalah perizinan.

"Sudah tidak relevan. Sudah hampir satu tahun tidak ada sepakbola. Saya juga tidak tahu mengapa kompetisi sepakbola kita susah mendapat izin. Sementara di negara lain banyak yang sudah memulai kompetisi," ucapnya.

Ya, berbeda dengan sepakbola nasional, di beberapa negara termasuk di kawasan ASEAN sudah menjalankan kompetisi sepakbolanya di tengah pandemi covid-19.

David berharap, kedepan segera ada titik terang mengenai kelanjutan kompetisi. Terlebih PT.LIB dan para pemilik klub sudah mengadakan pertemuan.

"Harapan saya semoga yang terbaik untuk sepakbola kita. Dan secepatnya bisa mulai. Karena kalau dilihat cuma Indonesia yang belum mulai sampai sekarang. Saya juga tidak tahu alasannya kenapa belum dimulai," ucapnya.

Dalam kesempatan terpisah, hal senada diungkapkan General Manager PSIS Semarang, Wahyu "Liluk" Winarto. Ia menyebut, seharusnya kompetisi Liga 1 2020 dibubarkan sejak Desember tahun lalu. Sehingga di tahun 2021, klub peserta bisa melakukan persiapan yang lebih baik menatap musim baru.

"Tapi artinya idealnya diputuskan Desember kemarin. Diputuskan bahwa musim 2020 itu tidak dilanjutkan. Jadi di tahun 2021 kita persiapannya lebih baik lagi. Itupun kalau bisa dilaksanakan," kata Liluk.

"Saya kira juga 2021 ini belum ada yang memastikan kompetisi bisa digelar," pungkasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved