Breaking News:

Berita Temanggung

Pemkab Temanggung Gencarkan Produktivitas Bawang Putih Siap Benih dan Konsumsi

Pada 2021 ini Pemerintah Kabupaten Temanggung akan menggencarkan produktivitas bawang putih dari petani.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Pada 2021 ini Pemerintah Kabupaten Temanggung akan menggencarkan produktivitas bawang putih dari petani. Selain meningkatkan jumlah produksi, petani juga diimbau untuk melakukan perawatan maksimal agar bawang putih yang dihasilkan dapat digunakan menjadi bibit dan bahan konsumsi masakan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto mengatakan, selama ini bawang putih hasil budidaya dari petani di lereng Gunung Prau, Sindoro dan Sumbing hanya digunakan sebagai benih.

Hasilnya, bawang putih dari petani Temanggung hanya untuk memenuhi kebutuhan bakal bibit warga sekitar atau dijual dengan harga benih, bukan harga konsumsi.

Pihaknya berharap, para petani bawang putih nantinya dapat memaksimalkan perawatan tanaman agar bisa menghasilkan bawang putih yang berkualitas sebagai bahan konsumsi.

"Bawang putih lokal Temanggung memang kualitasnya bagus untuk benih. Namun, ke depan perlu ditingkatkan lagi dalam perawatannya agar bisa menjadi produk bahan pokok dapur dengan harga yang lebih bagus," terangnya di Temanggung, Minggu (17/1/2021).

Kata Joko, pada 2021, program penanaman bawang putih yang dibiayai dari angaran pendapatan belanja negara (APBN) hanya mendapatkan alokasi benih untuk 150 hektare. Jumlah ini turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 200 hektare.

Meski begitu, pihaknya mengaku bersyukur lantaran Temanggung menjadi satu di antara daerah yang mendapatkan lahan luas pada program penanaman benih bawang putih.

Joko berharap, kesempatan yang ada bisa dimaksimalkan dan diupayakan untuk memajukan produktivitas bawang putih lokal Temanggung yang berkualitas hingga ke mancanegara. 

"Kalau yang tahun 2020, benih sudah mulai tanam di bulan November dan Desember. Jatahnya memang turun sejak 2020 karena anggarannya direfocussing untuk penanganan pandemi Covid-19," tuturnya.

Kata Joko, penurunan luas tanam tidak hanya terjadi dari program APBN saja. Juga jatah benih yang didapatkan dari importir.

Joko berharap, pada nantinya, produktivitas bawang putih Temanggung bisa melonjak tajam, disusul dengan budi daya bawang merah di beberapa kecamatan yang ada.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung mencatat potensi lahan untuk tanaman bawang putih mencapai 1.000 hektare. Akan tetapi, tidak semua kecamatan bisa menghasilkan tanaman bawang putih yang berkualitas.

Kata Joko, Kecamatan Tretep dan Kledung menjadi dua wilayah dengan produksi bawang putih terbanyak. Selebihnya, bawang putih juga dihasilkan dari para petani di Kecamatan Bansari dan Parakan. 

"Kalau dari empat Kecamatan itu, yang paling memungkinkan dan paling banyak adalah Kecamatan Tretep. Karena semua wilayah di kecamatan itu bisa ditanami bawang putih. Kemudian Kecamatan Kledung dan Bansari," terangnya.

Untuk bawang merah yang berpotensi ada Desa Canggal Kecamatan Candiroto, disana bawang merahnya bagus sekali. Bisa juga nanti dikembangkan di beberapa kecamatan dataran tidak terlalu tinggi," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved