Breaking News:

Berita Kendal

Perbaikan Jalan Rusak di Kendal Terancam Tersendat

Pemkab Kendal melalui DPUPR sudah merencanakan penyelesaian 77 km jalan rusak yang belum diperbaiki.

Tribun Jateng/Saiful Ma'sum
Ilustrasi. Sejumlah pekerja memperbaiki pembatas jalan di wilayah Kabupaten Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sudah merencanakan penyelesaian 77 kilometer jalan rusak yang belum diperbaiki. Namun, perbaikan sisa jalan rusak yang direncanakan selesai 2021 terancam tersendat karena dampak Covid-19.

Karenanya, alokasi anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kendal pada 2021 masih  difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono mengatakan, Kabupaten Kendal memiliki total jalan sebanyak 252 ruas dengan panjang 770 kilometer. 

Dalam beberapa tahun terakhir, sepanjang 693 kilometer atau 90 persen dari total jalan berhasil diperbaiki secara bertahap. Kini hanya menyisakan 10 persen atau 77 kilometer jalan yang masih rusak.

"Rencananya, prioritas penanganan 77 kilometer jalan yang sisa bisa tertangani 2021. Namun anggaran yang kami dapat untuk 2021 justru diperkecil dari pada 2020 lalu," terang Sugiono, Minggu (17/1/2021).

Sugiono menuturkan, jumlah anggaran yang seharusnya diperlukan untuk memperbaiki infrastruktur jalan hingga rampung masih difokuskan untuk penanganan Covid-19. Seperti halnya vaksinasi, pencegahan corona, perawatan pasien dengan gejala ringan, hingga bantuan sosial untuk masyarakat.

Pada 2021, lanjut Sugiono, pihaknya hanya mendapatkan jatah 30 kilometer saja. Artinya, masih ada sisa 47 kilometer jalan dalam keadaan rusak nantinya.

Namun, jatah alokasi penanganan jalan di Kendal masih dalam pembahasan tahap lanjut dan bersifat dinamis. Dengan harapan, pihaknya akan dapat tambahan anggaran agar bisa menuntaskan 10 persen sisa jalan yang masih rusak.

"Sebenarnya penanganan jalan bisa selesai di 2020, tetapi anggaran dipangkas untuk penanganan Covid-19. Tahun ini, anggaran yang kami dapatkan juga diperkecil lagi jumlahnya," jelasnya. 

Sugiono membeberkan, hingga akhir 2019 lalu, kondisi jalan yang sudah bagus di Kendal mencapai 86 persen atau 662,2 kilometer. 

Rencananya pada 2020 lalu, DPUPR bisa menangani 84 ruas jalan sepanjang 92,5 kilometer atau 12 persen dari total panjang jalan. Dengan target, 98 persen jalan kabupaten dalam kondisi bagus dan mantap di penghujung 2020 lalu.

"Tetapi, karena dampak pandemi Covid-19, anggaran untuk peningkatan jalan dipangkas habis. Hanya ada Bantuan Provinsi (Banprov) empat paket senilai Rp 15 miliar. Yaitu untuk jalan Desa Darupono-Padaan senilai Rp 7 miliar, Kalisuren-Sojomerto Rp 4 miliar, Kaliputih-Cening Rp 2 miliar, dan Bringinsari-Purwosari Rp 2 miliar," terangnya.

Karena itu, baru 2 persen dari target 12 persen penanganan jalan yang dapat terealisasi. Sementara jalan-jalan Kendal yang rusak (tidak parah) ditangani DPUPR dengan menggunakan anggaran pemeliharaan jalan atau mobiling rate. "Tetapi itu terbatas karena hanya menangani untuk jalan-jalan berlubang saja," ujarnya. 

Pihaknya berharap, semua ruas jalan di Kabupaten Kendal bisa tertangani dengan cepat guna mendukung bangkitnya perekonomian masyarakat pasca pandemi Covid-19 nantinya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved