Breaking News:

Berita Viral

Alasan Warga di Tuban Congkel Peti Mati dan Gunting Kain Kafan Jenazah Covid-19, 3 Orang Ditahan

Ada tiga warga yang diduga melakukan perbuatan konyol tersebut dan kini diperiksa polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya

Editor: muslimah
IST
Ilustrasi proses pemakaman pasien Covid-19. Petugas pemakaman terlihat mengenakan pakaian APD lengkap. 

TRIBUNJATENG.COM, TUBAN - Gara-gara tak percaya jenazah Covid-19 telah dishalatkan, beberapa warga yang masih punya hubungan kerabat memprovokasi warga lainnya.

Mereka mengadang mobil ambulans yang mengangkut peti jenazah Covid-19 lalu mencongkel peti tersebut menggunakan linggis serta menggunting kain kafan.

Padahal, pihak tenaga medis yang mengangkut jenazah Covid-19 itu sudah menunjukkan video sejumlah petugas melakukan shalat jenazah.

Tak cukup di situ, tenaga medis juga menunjukkan surat hasil swab jenazah Covid-19 tersebut.

Baca juga: Alasan Syaiful Bahri Pakai Tanda Tangan Lambang Konoha di KTP, Bikin Penasaran Petugas Dukcapil

Baca juga: Rekaman Voice Note Laskar FPI Diungkap, Arti di Balik Suara Ketawa Dibeberkan Ahli

Baca juga: Tubuh Penuh Tato Gambar Dajjal hingga Setan, Ini Alasan Yuda Hijrah, Jadi Takmir Masjid di Semarang

Baca juga: Syekh Ali Jaber Ternyata Sering Curhat ke Alhasan Putra Sulungnya, Hubungannya seperti Kakak Adik

Namun, perbuatan baik para medis ini tak digubris warga yang tak percaya.

Ada tiga warga yang diduga melakukan perbuatan konyol tersebut dan kini diperiksa polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

f
Tiga orang pengambil paksa jenazah pasien Covid-19 di Desa Karangtengah, Kecamatan Jatirogo, Tuban, diperiksa penyidik, Senin (18/1/2021). (SURYA.CO.ID/M Sudarsono)

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono mengungkapkan, mereka adalah NU (38), AA(32) dan N (53) yang diketahui warga setempat.

Mereka diduga melanggar UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

Aksi yang dilakukan para pelaku bermula rasa tidak percaya jika jenazah pasien covid-19 sudah disalati.

Kemudian memprovokasi warga setempat untuk melakukan penghadangan dan pengambilan paksa jenazah covid-19 saat akan tiba di rumah duka.

Lalu mereka memotori untuk mengambil jenazah di ambulan tersebut, selanjutnya disalati kemudian dimakamkan.

"Ada linggis dan gunting yang kita amankan dari pelaku, tersangka diancam hukuman 1 tahun penjara.

Tidak ditahan karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun, hanya dikenakan wajib lapor," bebernya di Mapolres, Senin (18/1/2021).

Perwira menengah itu menambahkan, berdasarkan keterangan dari saksi, ketiga orang ini masih ada hubungan keluarga dengan pasien yang telah meninggal.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Tuban menetapkan tiga warga itu sebagai tersangka kasus pengambilan paksa jenazah pasien covid-19, di Desa Karangtengah, Kecamatan Jatirogo.

Dalam kasus itu, polisi mengamankan linggis yang digunakan untuk mencongkel peti dan gunting untuk membuka kafan jenazah.

Selain itu, hasil swab pasien yang dinyatakan positif Covid-19 juga dijadikan sebagai barang bukti.

"Linggis dan gunting digunakan ketiga pelaku dalam pengambilan paksa jenazah covid-19, dipaksa turun dari ambulan," katanya.

Sebelum menetapkan tiga orang tersangka, polisi memanggil 6 orang sebagai saksi guna dimintai keterangan atas kasus tersebut.

"Tiga orang yang memenuhi unsur ditetapkan tersangka, kini masih diperiksa penyidik. Kita meminta jangan ada lagi masyarakat melakukan pengambilan paksa jenazah covid-19, karena membahayakan keselamatan," ujarnya.

Puluhan warga mengadang ambulans

Seperti diketahui pada Kamis (24/12/2020) AR tokoh masyarakat Desa Karangtengah, Kecamatan Jatirogo meninggal di RS Ali Mansyur di Jatirogo, pukul 18.30 WIB.

Namun karena belum mempunyai tim pemulasaraan jenazah, atas persetujuan keluarga pada pukul 20.30 WIB akhirnya dikirim ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk di mandikan dan disalati sesuai Protokol Kesehatan.

Keluarga korban sudah sepakat dengan Muspika untuk pemakaman sesuai dengan protokol Covid-19.

Pada Jumat (25/12/2021), pukul 02.00 WIB jenazah selesai dilakukan pemulasaraan.

Namun saat akan dimakamkan di pemakaman desa setempat pukul 03.00 WIB, puluhan warga tiba-tiba menghadang iring-iringan ambulan yang di kawal oleh Patwal dari Satlantas Polres Tuban.

Massa lalu meminta paksa Jenazah untuk diturunkan, sempat terjadi perdebatan antara Polisi dan petugas pemulasaraan dengan massa, karena kalah jumlah dan massa tidak bisa dicegah akhirnya kejadian tersebut tak bisa dihindari. (*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Tak Percaya Jenazah Covid-19 Telah Dishalatkan, Warga Congkel Peti Mati dan Gunting Kain Kafan

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved