Berita Regional

Pemasangan Patok Tol Yogyakarta-Bawen Dimulai 19 Januari, Target Selesai Maret Mendatang

Proyek pembangungan Tol-Yogyakarta Bawen bakal memasuki tahap pemasangan patok pada lahan terdampak. Rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 19 Jan

Editor: m nur huda
Dokumentasi Satker PPK PJBH Kemen PUPR
Potret satelit Trase Lama dan Trase Baru Tol Yogya-Bawen 

TRIBUNJATENG.COM - Proyek pembangungan Tol-Yogyakarta Bawen bakal memasuki tahap pemasangan patok pada lahan terdampak.

Rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2021.

Dimulai dari Desa Banyurejo, Kapanewon Sleman.

Baca juga: Hana Hanifah Beli Mobil Mewah Rp 2 M, Nikita Mirzani: Duitnya Banyak, Jangan-jangan dari . . . 

Baca juga: Ada Anggota Laskar FPI yang Tertawa-tawa saat Bentrok dengan Polisi

Baca juga: Ini Penyebab Terbunuhnya Janda Muda Yuliana di Hotel, Pelanggan Tak Puas Dilayani Terlalu Cepat

Baca juga: Hasil & Klasemen Liga Italia: Inter Milan Bayangi AC Milan, Juventus Tumbang

Lokasi untuk pemasangan patok tersebut berada di lokasi Resto Pesawat (Google Map)
Lokasi untuk pemasangan patok tersebut berada di lokasi Resto Pesawat (Google Map) (Google Map)

"Dimulai dari seputaran SMP Negeri 2 Tempel," terang Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno saat dihubungi Tribun Jogja Minggu (17/1/2021).

Krido menargetkan proses pemasangan patok akan terselesaikan pada Maret 2021 mendatang.

"Target selesai sekitar dua bulanan," tambahnya.

Lokasi pembangunan jalan tol sepanjang 8,5 km itu berada di 28 padukuhan, tujuh desa, tiga kapanewon di Sleman dengan perkiraan luas tanah kurang lebih 49,6 Hektar.

Adapun jumlah bidang tanah yang terdampak ada 915 bidang dengan 952 warga di dalamnya.

Peta Jalan Tol Yogyakarta-Solo yang melewati Selokan Mataram di wilayah Sleman.
Peta Jalan Tol Yogyakarta-Solo yang melewati Selokan Mataram di wilayah Sleman. (KemenPUPR)

Pada ruas jalan tol ini nantinya bakal ada satu pintu keluar yang berada di simpang susun Desa Banyurejo, Seyegan Sleman.

Lebih jauh, terkait proyek Jalan Tol Yogya-Cilacap, Krido menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu revisi Detail Engineering Design (DED). Diperkirakan desain tol akan mengalami sedikit perubahan.

Peta Ilustrasi segitiga emas tiga kota Yogyakarta-Solo-Semarang yang akan dihubungkan Jalur Tol (google.com)
Peta Ilustrasi segitiga emas tiga kota Yogyakarta-Solo-Semarang yang akan dihubungkan Jalur Tol (google.com) (google.com)

"Yogya-Cilacap, kami masih menunggu revisi DED. Ada beberapa titik yang masih dibahas," terangnya.

Revisi itu dilakukan menyusul adanya protes dari warga setempat sebab pembangunan tol akan memotong akses masuk ke cagar budaya dan kompleks pondok pesantren di Mlangi, Kapanewon Gamping, Sleman.

Saat ini ada tiga titik lokasi yang dibahas. Namun Krido belum berkenan menyebut di mana saja titik-titik tersebut.

"Ya nanti saja saya kasih tau," paparnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved