Breaking News:

Berita Karanganyar

Satpol PP Karanganyar Minta Satgas Jogo Tonggo Ikut Awasi Warung dan Angkringan

Satpol PP Karanganyar meminta Satgas Jogo Tonggo turut serta dalam pengawasan warung dan angkringan.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Ilustrasi. Tim gabungan saat mengadakan patroli di sepanjang Jalan Lawu untuk menertibkan toko yang masih beroperasi di atas pukul 19.00. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR -  Satpol PP Kabupaten Karanganyar meminta Satgas Jogo Tonggo di masing-masing wilayah turut serta dalam pengawasan operasional warung dan angkringan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jati Wibowo menyampaikan, meski penerapan PPKM sudah berjalan selama satu pekan, masih ada beberapa warung dan angkringan yang beroperasi di atas pukul 19.00. Seperti yang terjadi di wilayah Kebakkramat, Colomadu dan Jaten.

"Di desa-desa angkringan atau Hik masih buka, otomatis menimbulkan kerumunan. Kami mengimbau Satgas Jogo Tonggo lebih tegas dan diharapkan menjalankan fungsinya demi keselamatan bersama," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (18/1/2021). 

Mengingat anggota gabungan yang berada di tingkat kabupaten fokus menertibkan penerapan PPKM yang berada di sepanjang Jalan Lawu. Dia menjelaskan, patroli yang telah berjalan selama satu pekan, memang masih ada beberapa toko dan warung yang beroperasi di atas pukul 19.00. 

"Memang masih ada satu, dua yang bandel. Anggota saya tekankan, diambil hatinya diberikan pemahaman. Disampaikan ini untuk kepentingan semua," jelasnya. 

Sementara itu Kasi Trantib Satpol PP Karanganyar, Sugimin menambahkan, operasi yustisi yang dilakukan selama PPKM terdapat 94 pelanggaran yang dilakukan masyarakat. Tim gabungan melakukan operasi yustisi di beberapa titik di antaranya, Fly Over Palur, Terminal Karangpandan, Bejen, Simpang Empat Papahan dan depan Balai Desa Jaten. 

"Dari 94 pelanggaran, 58 orang membayar denda dan 36 orang diberikan sanksi sosial," ucapnya.  

Sekretaris DKK Karanganyar, Purwati mengungkapkan, evaluasi penerapan PPKM belum bisa dipastikan apakah berpengaruh terhadap penurunan kasus Covid-19. 

"Ini kan baru berjalan satu. Sampai sekarang belum bisa dilihat. Sepekan, efeknya belum ada," pungkasnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved