Berita Video
Video Akses Jalan Dua Kelurahan di Gunungpati Putus
Jembatan Bendosari yang melintang sepanjang 60 meter di atas kali Keripik atau warga setempat menyebutnya sebagai Kali Geribik di Kelurahan
Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video akses jalan dua kelurahan di Gunungpati putus.
Jembatan Bendosari yang melintang sepanjang 60 meter di atas kali Keripik atau warga setempat menyebutnya sebagai Kali Geribik di Kelurahan Bendosari, Gunungpati, Kota Semarang, kini tak bisa diakses warga.
Khususnya bagi pengguna jalan yang mengendarai motor dan mobil.
Pasalnya jalan menuju jembatan dari arah kampung Kalialang,Kelurahan Sukorejo, ambles.
Jembatan tersebut sebagai penghubung antara dua kampung masing-masing di Kampung Kalialang,Kelurahan Sukorejo, dan Kampung Bendosari, Kelurahan Sadeng.
Dua wilayah tersebut masuk ke Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Akibatnya warga terpaksa memutar jalan sejauh sekira 10 kilometer selama 10 menit.
Warga Kalialang, Suratman (69) mengatakan, terputusnya akses jalan tersebut lantaran pondasi jembatan sisi utara ambrol sedalam hampir 2 meter dengan panjang 10 meter.
Hal itu disebabkan lantaran hujan lebat pada Rabu (13/1/2021).
Saat itu keretakan mulai tampak tetapi belum terlalu parah.
Selanjutnya pada Minggu (17/1/2021) hujan lebat yang mengguyur semakin memperparah ambrolnya akses jalan menuju jembatan.
"Akibat kejadian itu otomatis ratusan warga yang tersebar di 7 RT tak bisa melewati jembatan.
Kami harus memutar lebih jauh lewat perum Greenwood memakan waktu selama 10 menit lebih," jelasnya kepada Tribunjateng.com.
Dia melanjutkan, warga berinisiatif menutup akses jalan itu menggunakan bambu agar warga tak melewatinya.
Pasalnya kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna jalan.
"Di daerah Bendosari juga ditutup," katanya.
Dia menuturkan, kondisi tersebut juga pernah terjadi pada tahun 2017.
Pada tahun 2017, longsoran itu sempat diperbaiki namun tahun ini ambrol lagi.
"Lima tahun lalu pernah ambrol akan tetapi tak separah pada tahun ini," bebernya.
Sementara itu, Warga Bendosari Busro (60) menuturkan, rumahnya yang dekat dengan jembatan mendengar suara keras ambrolnya jembatan tersebut pada Minggu (17/1/2021) malam.
Pagi tadi setelah diperiksa, tampak di pondasi jembatan di sisi utara ambrol setinggi 6 meter dengan lebar 2 meter.
"Pondasi sebelah utara tepatnya di sisi selatan ambrol tak kuat menahan gerusan air sungai," ungkapnya.
Dia menuturkan, hal itu bisa terjadi lantaran arus sungai di sisi tersebut sangat kuat.
Apalagi sisi tersebut kondisi tanah labil jadi mudah tergerus air.
Berbeda dengan bantaran sisi selatan sungai, tanah di bagian itu lebih kuat jadi kondisi aman.
"Apalagi aliran sungai tepat di bawah jembatan menjorok ke sisi utara yang menyebabkan arus sungai kuat di bagian itu sehingga tanah jadi mudah longsor," bebernya.
Dia berharap, Pemerintah dapat membangun bronjong di bagian yang mudah longsor tersebut atau dinding penahan tanah jembatan.
Selama dibiarkan begitu saja dengan kondisi alam seperti itu dipastikan kejadian tersebut bakal terus terulang.
"Semoga saja lekas diperbaiki agar warga di tiga RT wilayah Bendosari dapat mengakses jembatan kembali," tandasnya. (Iwn)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE: