Breaking News:

PSIS Semarang

Liluk Minta PSSI Pastikan Jaminan Izin Keamanan Sebelum Kompetisi Digelar

PSIS Semarang berharap kompetisi Liga 1 musim 2020 diputuskan oleh PSSI dihentikan dan fokus pada kompetisi musim baru.

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL
GM PSIS Semarang Wahyu "Liluk" Winarto (TRIBUNJATENG.COM/FRANCISKUS ARIEL) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang berharap kompetisi Liga 1 musim 2020 diputuskan oleh PSSI dihentikan dan fokus pada kompetisi musim baru.

General Manager PSIS, Wahyu "Liluk" Winarto mengungkapkan PSSI harusnya lebih bijak melihat kondisi saat ini. 

Dengan dihentikannya kompetisi, maka klub akan fokus mempersiapkan musim baru.

Meski begitu, pihaknya berharap PSSI juga memberikan jaminan bahwa kompetisi bisa digelar kembali.

Jaminan yang dimaksud yaitu jaminan bahwa kompetisi akan digelar sudah mendapat perizinan dari pihak Polri.

"Harapan kita 2020 kompetisi stop, kalaupun dimulai lagi ya kita diberikan kepastian izin lebih dulu. Ini yang jadi masalah utama dengan kasus-kasus yang terjadi sebelumnya," kata Liluk kepada Tribunjateng.com, Selasa (19/1/2021).

Kompetisi Liga 1 musim 2020 yang dihentikan dengan status force majeure pada pertengahan Maret tahun lalu sempat bakal dilanjutkan kembali pada awal Oktober. Namun, H-2 sebelum kick off klub peserta dikejutkan dengan izin pihak kepolisian yang ternyata belum keluar.

Demikian pula dengan rencana akan digulirkan pada November tahun lalu batal terlaksana karena pihak kepolisan tak memberikan izin.

Update terbaru, mayoritas klub peserta mengusulkan pembubaran kompetisi Liga 1 musim 2020 lewat owner meeting antara pemilik klub dan PT. Liga Indonesia Baru (LIB) yang berlangsung pada 15 Januari lalu.

Sejumlah keputusan dari owner meeting tersebut kabarnya akan dilapotkan ke PSSI dan akan dibahas dalam rapat Exco PSSI.

"Intinya ada di masalah perizinan. Lha kita diberikan izin pastinya dulu. Oh Februari mulai, oh Juni mulai," tambah Liluk.

Jika melihat situasi dan kondisi yang ada, Liluk menyebut kemungkinan kompetisi Liga 1 akan digelar setelah lebaran tahun ini.

Hal itu merujuk kepada beberapa faktor. Selain karena memasuki masa ramadhan, klub peserta juga membutuhkan waktu persiapan atau pra kompetisi.

"Kalau melihat 2021, saya prediksi setelah lebaran. Kalau nanti dilaksanakan musim 2021. Kita ramadhan kurang tiga sampai empat bulan. Bahkan tidak sampai tiga bulan menurut saya sudah ramadhan," ungkapnya.

"Klub juga butuh persiapan. Makanya saya katakan perkiraan saya sepakbola ini mulai lagi setelah lebaran," pungkas Liluk.

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved