Breaking News:

Berita Banyumas

Pengembangan Pusat Grosir Kebondalem Purwokerto Masih Terganjal Sengketa Lahan

Pengembangan pusat grosir di kawasan ekonomi strategis Kebondalem, Purwokerto masih terganjal izin.

TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Lokasi pengembangan pusat grosir di kawasan Kebondalem, Purwokerto yang mangkrak pada Selasa (19/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pengembangan pusat grosir di Jawa Tengah bagian selatan tepatnya di kawasan ekonomi strategis Kebondalem, Purwokerto masih terganjal belum adanya izin dari Pemkab Banyumas.

Persoalan kawasan pusat bisnis Kebondalem masih menemui jalan panjang karena sengketa lahan yang belum juga usai.

Kawasan Kebondalem seyogyanya akan  dijadikan sebagai pusat bisnis dan pusat grosir terbesar di Jawa Tengah bagian selatan layaknya Tanah Abang di Jakarta.

Di lokasi tersebut akan dibangun bangunan empat lantai yang akan menjadi pusat pakaian, elektronik dan sebagainya.

Salah seorang PKL Kebondalem, Judi (45) mengatakan, jika dirinya sudah menempati area Kebondalem sejak 2004.

"Saya berharap tetap di Kebondalem, dan mudah-mudahan sengketa lahan ini segera selesai.

Jika ada pengembangan dan pembangunan lagi ya semoga diprioritaskan tempat yang layak buat PKL yang ingin kembali seperti semula," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (19/1/2021).

Sengketa lahan itu kembali berlanjut mana kala pada 8 Desember 2019 Pemkab Banyumas memasukan gugatan ke PN Purwokerto terkait pengembalian aset lahan milik Pemkab yang sudah terlanjur diserahkan pada pengembang dalam hal ini adalah PT Graha Cipta Guna (GCG).

Lahan yang digugat untuk dikembalikan adalah lahan Kebondalem yang saat ini menjadi komplek pertokoan di Kota Purwokerto.

Bupati Banyumas, Achmad Husein menyebutkan aset yang digugat tidak mencakup seluruh lahan di Kebondalem yang menjadi milik Pemkab.

Halaman
1234
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved