Breaking News:

Berita Banyumas

Pengembangan Pusat Grosir Kebondalem Purwokerto Masih Terganjal Sengketa Lahan

Pengembangan pusat grosir di kawasan ekonomi strategis Kebondalem, Purwokerto masih terganjal izin.

TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Lokasi pengembangan pusat grosir di kawasan Kebondalem, Purwokerto yang mangkrak pada Selasa (19/1/2021). 

Melainkan hanya terbatas pada aset yang tidak masuk dalam obyek sengketa.

Aset yang digugat untuk dikembalikan ke Pemkab yakni aset diluar objek sengketa dengan PT GCG hasil perjanjian 7 Maret 1986.

Menurutnya, aset yang dinilai bukan obyek sengketa adalah aset berupa tanah dan bangunan yang menjadi obyek perjanjian 22 Januari 1980 dan 21 Desember 1982.

Menurut bupati bidang tanah yang masuk dalam dua obyek perjanjian itu tidak masuk dalam luasan objek sengketa hasil perjanjian tahun 1986.

Sedangkan obyek perjanjian 22 Januari 1980 dan 21 Desember 1982, menurut Bupati, sudah berakhir masa perjanjiannya pada tahun 2012 silam.

"Bidang tanah ini sekarang sudah dicatatkan dalam inventarisasi aset milik pemkab," katanya.

Setelah melakukan serangkaian proses persidangan, gugatan Pemkab Banyumas terhadap PT Graha Cipta Guna (GCG) ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto dalam persidangan yang berlangsung Senin (18/1/2021). 

Dalam amar putusan nomor 36/Pdt.G/2020/PN.Pwt, majelis hakim yang diketuai oleh Nanang Zulkarnain Faisal SH dan hakim anggota Deny Ikhwan SH, MH serta Rahma Sari Nilam P.SH.MHum menyatakan gugatan provisi tidak dapat diterima sepenuhnya.

Menurut majelis hakim, penggugat telah melaksanakan kewajiban pembayaran tahap 1 kesepakatan bersama tanggal 8 Desember 2016 sebesar Rp 10,5 miliar.

Majelis hakim juga menolak penggugat serta menghukum penggugat dalam hal ini Pemkab Banyumas, untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 525.000.

Halaman
1234
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved