Breaking News:

Trump Kesal dan Marah Besar, Pelantikan Joe Biden Dimeriahkan Sejumlah Bintang

Biden telah mengkonfirmasi kehadiran Jennifer Lopez, Lady Gaga, Tom Hanks, dan bintang country Garth Brooks untuk tampil dalam acara pelantikannya.

Editor: Vito
Kompas.com/Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (AP PHOTO/Jacquelyn Martin) 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Donald Trump disebut-sebut sangat marah karena Joe Biden berhasil menarik deretan artis ternama di hari pelantikannya yang akan digelar pada Rabu (20/1).

The Washington Post mengabarkan, Trump marah atas hadirnya bintang-bintang yang akan berpartisipasi ke acara Biden. Kondisi itu sangat kontras dengan upacara pelantikan Trump pada 4 tahun lalu.

Trump dulunya mengalami kesulitan untuk menarik nama-nama besar di hari pelantikannya. Tetapi, Biden telah mengkonfirmasi kehadiran Jennifer Lopez, Lady Gaga, Tom Hanks, dan bintang country Garth Brooks untuk tampil dalam acara pelantikannya.

Pada 4 tahun lalu, seperti dilansir Daily Mail, Trump menarik penyanyi country Toby Keith dan Lee Greenwood, grup rock 3 Doors Down dan The Piano Guys, DJ RaviDrum, dan The Frontmen of Country.

Elton John, penyanyi Inggris Rebecca Ferguson dan Charlotte Church plus Moby secara terbuka menolak undangan untuk tampil dari Trump. Seorang anggota Paduan Suara Mormon Tabernacle Choir bahkan mengundurkan diri dari grup daripada tampil di acara Trump.

Sementara itu, Barack Obama juga tidak kesulitan menarik bintang di upacara pelantikannya. Beyonce, U2, Stevie Wonder, dan Bruce Springsteen tampil saat itu.

Satu sumber mengatakan kepada The Washington Post, terlepas dari kekacauan yang terjadi beberapa minggu terakhir, Trump masih merasa kesal dengan susunan artis di acara Biden.

Donald Trump menegaskan, dia tidak akan menghadiri pelantikan Biden. Sementara, Wakil Presiden Mike Pence akan ada di sana. Trump justru berencana meninggalkan Gedung Putih dan Washington DC pada Hari Pelantikan dengan upacara keberangkatan di Joint Base Andrews.

Biasanya, presiden yang selesai masa jabatannya akan menghadiri upacara di Capitol, lalu naik helikopter dari Capitol ke pangkalan militer di luar Washington yang merupakan rumah bagi Air Force One dan pesawat pemerintah dan militer resmi lain.

Presiden-presiden sebelumnya juga membuat pernyataan singkat kepada staf dan pendukungnya sebelum terbang meninggalkan kota. Hal itupun membuatnya dinilai melanggar tradisi kepresidenan di AS.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved