Breaking News:

Berita Karanganyar

DKK Karanganyar Jajaki Fasyankes untuk Rujukan Penanganan Ibu Hamil yang Terpapar Covid-19

DKK Karanganyar akan menjajaki fasyankes lain untuk penanganan persalinan ibu hamil yang terpapar Corona.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar akan menjajaki fasyankes lain sebagai rujukan untuk penanganan persalinan ibu hamil yang terpapar virus Covid-19. 

Berdasarkan data dari DKK Karanganyar sejak awal adanya pandemi Covid-19, ada sebanyak 88 ibu hamil, 8 bayi dan 2 balita yang terpapar. Data itu diperbarui seminggu sekali. 

Kabid Yankes DKK Karanganyar, Dwi Rusharyanti menyampaikan, langkah tersebut dilakukan DKK untuk menindaklanjuti laporan dari puskesmas terkait cukup banyaknya ibu hamil yang terpapar virus covid-19. 

Sampai saat ini baru ada dua rumah sakit yakni RSUD Karanganyar dan PKU Karanganyar yang menjadi rujukan untuk persalinan ibu hamil yang terpapar virus Covid-19. 

"Yang sudah siap SDM dan sarprasnya sementara ini RSUD dan PKU. Besok itu saya akan mengumpulkan lagi (pihak rumah sakit lain di Karanganyar). Baru mau dirapatkan dulu. Selama ini diarahkan ke RSUD karena itu harus ada ruang isolasi sendiri, jadi lebih kompleks," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (20/1/2021). 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DKK Karanganyar, Nuk Suwarni mengungkapkan, sangat sulit dalam melakukan pelacakan penyebab ibu hamil itu dapat terpapar virus Covid-19.

Mengingat potensi penularan virus Covid-19 sulit diketahui, bisa saja ibu hamil itu terpapar saat melakukan pemeriksaan di puskesmas atau saat melakukan aktivitas lain. 

"Entah di pasar atau kemana, fasyankes saat periksa kontrol kan kita tidak tahu. Prinsip kami agar persalinan tertata dan teratur, harus dipastikan dia positif atau negatif. Nanti kalau positif, kontak erat, keluarga itu juga akan diswab," ungkapnya. 

Sementara itu Kepala Puskesmas Colomadu II, Ririn Nurliyani menambahkan, bidan desa selalu melakukan pemantauan kesehatan terhadap para ibu hamil selama masa kehamilan hingga persalinan. Pemantauan dapat dilakukan dengan kunjungan ke rumah, atau melalui kelas hamil. 

Di sisi lain juga ada pemeriksaan terpadu di puskesmas yang dilakukan minimal 4 kali selama periode masa kehamilan. Sehingga kondisi kesehatan ibu hamil dapat terpantau. 

"Sekarang itu, ibu hamil sebulan sebelum persalinan diswab dulu. Itu untuk mengetahui apakah terpapar atau tidak," ucapnya. 

Dalam upaya mengantisipasi potensi terpapar virus Covid-19, dia mengimbau kepada anggota keluarga yang terdapat ibu hamil supaya taat protokol kesehatan serta rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved