Breaking News:

Berita Tegal

Kasat Polair Polres Tegal Imbau Nelayan di Pantura Tegal untuk Berhati-hati Saat Melaut

Kasat Polair Polres Tegal mengimbau masyarakat terutama yang ada di pesisir pantai berhati-hati.

Istimewa
Kasat Polair Polres Tegal, AKP Siswanto, saat sedang melakukan pantauan di area Pantai Munjung Agung atau Pantai Larangan Indah, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Rabu (20/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini membuat Kasat Polair Polres Tegal, AKP Siswanto, mengimbau masyarakat terutama yang ada di pesisir pantai Munjung Agung Kramat dan nelayan di Pantura Tegal untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas di pantai.

Baik saat sedang mencari ikan, udang, cumi, berlayar, atau pu

Kasat Polair Polres Tegal, AKP Siswanto, saat sedang melakukan pantauan di area Pantai Munjung Agung atau Pantai Larangan Indah, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Rabu (20/1/2021).
Kasat Polair Polres Tegal, AKP Siswanto, saat sedang melakukan pantauan di area Pantai Munjung Agung atau Pantai Larangan Indah, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Rabu (20/1/2021). (Istimewa)

n memancing ikan di sekitar pantai harus selalu waspada.

Apalagi menurut AKP Siswanto, saat ini ketinggian ombak mencapai 1,5 sampai 2 meter. Seperti yang terjadi di pantai Munjung Agung Kramat atau dikenal dengan nama pantai Larangan Indah. 

"Saya mengimbau kepada nelayan untuk berhati-hati karena cuaca yang tidak menentu seperti saat ini. Dari mereka ada yang tidak berangkat melaut dan memilih untuk membetulkan kapal," tutur AKP Siswanto, pada Tribunjateng.com, Rabu (20/1/2021).

Sat Polair Polres Tegal pun gencar melakukan sosialisasi tentang imbauan supaya nelayan harus ekstra hati-hati. Dan menjelaskan sedikit mengenai kondisi cuaca ekstrem saat ini.

Anggota berkeliling seperti ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan, TPI Suradadi, TPI perbatasan dengan Pemalang, dan lain-lain.

Tidak hanya mengingatkan tentang cuaca yang ekstrem dan harus selalu waspada, nelayan juga diingatkan untuk tidak lupa membawa perlengkapan pribadi dan yang bersifat pengamanan bagi masing-masing nelayan.

"Saya mendapat informasi bahwa tanggal 14-21 Januari memang cuaca ekstrem. Sehingga tugas kami mensosialisasikan kepada nelayan dan tidak kalah penting kepada pengunjung pantai. Hal ini sebagai upaya untuk meminimalisir resiko terjadinya insiden di pantai," jelasnya.

Sementara itu, Nelayan yang tinggal di area pantai Munjung Agung Kramat, Sahari (56) mengungkapkan, sementara waktu ia tidak melaut karena kondisi cuaca ekstrem dan gelombang yang tinggi di laut pantura Jawa.

"Karena sudah 3 hari saya tidak melaut dan tidak ada penghasilan, akhirnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saya berhutang di warung. Kalau tidak dikasih hutang yasudah mau bagaimana lagi," ungkap Sahari.

Pria asal Desa Ende NTB ini pun mengaku sampai saat ini belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah. Baik pemerintah Kabupaten Tegal maupun Provinsi.  Namun ia pernah mendapat bantuan dari Polres Tegal melalui Sat Polair. 

"Saya berharap dari Pemkab Tegal memberikan bantuan, karena nelayan disini sangat kesulitan. Istilahnya kita terperangkap karena tidak bisa melaut baik kapal kecil maupun kapal besar," pungkasnya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved