Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Tim Pengabdian Masyarakat FTP USM Beri Pelatihan Pengemasan Pangan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil

Tim PKM Jurusan Teknologi Hasil Pertanian FTP USM menggelar pelatihan pada pelaku usaha mikro dan kecil.

Tayang:
Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
Istimewa
Pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan pengemasan pangan olahan di Laboratorium Rekayasa Pangan, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian USM, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM) menggelar pelatihan pengemasan pangan olahan kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di Kota Semarang.

Pelatihan pengemasan yang diikuti 11 peserta perwakilan pe

Pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan pengemasan pangan olahan di Laboratorium Rekayasa Pangan, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian USM, kemarin.
Pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan pengemasan pangan olahan di Laboratorium Rekayasa Pangan, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian USM, kemarin. (Istimewa)

laku usaha tersebut diselenggarakan di Laboratorium Rekayasa Pangan, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian USM, kemarin. Tim PKM terdiri dari Rohadi, Elly Yuniarti Sani dan Ika Fitriana.

"Dalam pelatihan tersebut, kami memberikan materi meliputi, teori dasar-dasar pengemasan, ragam jenis dan model pengemas, dan praktik pengemasan," kata ketua tim PKM, Rohadi, dalam keterangannya, Rabu (20/1/2021).

Rohadi menjelaskan, usaha mikro dan kecil klaster industri makanan olahan di Kota Semarang mencapai 31 persen dari jumlah usaha mikro dan kecil di Kota Semarang yang mencapai 17.603 usaha.

Kapasitas setiap usaha mikro dan kecil itu pun tidak merata. Satu sisi ada yang sudah memiliki peralatan, sumberdaya, teknologi proses dan mesin produksi yang baik. Sehingga mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu dan keamanan.

"Namun mayoritas tidak demikian. Oleh sebab itu, pelatihan pengemasan sangat penting untuk diberikan," jelasnya.

Ditambahkan, banyak regulasi di bidang industri makanan seperti pelabelan, sertifikasi halal, keamanan bahan pengemas, alat dan mesin pengemas, informasi kandungan nutrisi yang tidak dipahami oleh para pelaku usaha.

"Maka dari itu, materi pelatihan yang diberikan diharapkan dapat menutup dan melengkapi kekurangan usaha mikro dan kecil," harapnya.

Pelatihan yang hanya sehari itu dalam suasana pandemi Covid-19, cukup antusias diikuti peserta. Hasil evaluasi pelaksanaan PKM menunjukkan ada peningkatan kapasitas peserta setelah selesai mengikuti pelatihan sebesar 10 persen dari sebelumnya.

Para peserta pelatihan juga antusias mendengarkan paparan dari narasumber, sebelum melaksanakan praktik pengemasan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved