Breaking News:

Berita Tegal

Bupati Tegal Tegaskan OPD Harus Cermat Dalam Pengumpulan Data LPPD 2020. 

upati Tegal Umi Azizah menegaskan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk cermat dalam proses pengumpulan dan pengolahan data dukung.

Istimewa
Bupati Tegal, Umi Azizah, saat memimpin jalannya Rapat Koordinasi Penyusunan LPPD Kabupaten Tegal Tahun 2020, di Ruang Rapat Bupati Tegal pada Rabu (20/1/2021) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah menegaskan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk cermat dalam proses pengumpulan dan pengolahan data dukung yang diperlukan, sesuai indikator Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2020. Mengingat data dukung di tahun 2020 berbeda dari tahun sebelumnya. 

Hal tersebut disampaikan Umi saat Rapat Koordinasi Penyusunan LPPD Kabupaten Tegal Tahun 2020, di Ruang Rapat Bupati Tegal pada Rabu (20/1/2021) kemarin.

"Jika sebelumnya berjumlah kisaran 210 data dukung kini menjadi 710 data dukung yang tentunya ini perlu kerja ekstra. Maka saya juga minta inspektorat untuk memverifikasi atau memvalidasinya agar apa yang kita sajikan nanti benar-benar shahih, tepat, akurat, dan akuntabel," tutur Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (21/1/2021). 

Umi menyebutkan hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) pada indikator makro tahun 2019 lalu menunjukkan capaian kinerja baik, terutama menyangkut program penanggulangan kemiskinan. 

Sementara untuk kinerja menurunkan tingkat pengangguran terbuka, setidaknya Pemkab Tegal berhasil menduduki urutan 11 di Jawa Tengah. 

Begitu pula dengan kinerja peningkatan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM di tahun 2019 tertinggi di Jawa Tengah.

Sedangkan di tahun 2020, di mana pembatasan aktivitas sosial untuk memutus rantai penularan Covid-19 telah mengakibatkan pertumbuhan ekonomi menurun, dan berdampak pada kemiskinan yang bertambah menjadi 7,64 persen dari 7,14 persen di tahun 2019. 

Demikian halnya dengan tingkat pengangguran terbuka bertambah menjadi 9,82 persen dari 8,21 persen di tahun 2019. 

Untuk itu, Umi berharap pelaporan LPPD tahun 2020 hasilnya dapat meningkat, meskipun berada di tengah situasi pandemi Covid-19 banyak agenda besar yang tertunda dan terkendala. 

"Di tahun 2019, angka LPPD kita meningkat di 3,23 dan peringkat LPPD 2018 kita yang di posisi ke 25. Maka, untuk LPPD tahun 2020 setidaknya kita bisa di peringkat 20 besar Jawa Tengah," harapnya.

Dirinya juga menambahkan OPD dapat bekerja sama saling berkoordinasi dengan BPS Kabupaten Tegal

Karena sampai dengan malam refleksi tahun kedua kemarin, masih terdapat beberapa indikator strategis yang belum masuk seperti pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan gender, indeks kualitas lingkungan hidup, sampai dengan indeks reformasi  birokrasi belum tersedia.

"Evaluasi terhadap LPPD ini sudah 11 kali dilakukan dan sudah 9 kali diumumkan kepada masyarakat melalui media. Untuk itu saya minta pak Sekda, Kepala Bappeda, dan seluruh kepala OPD Kabupaten Tegal bisa berkontribusi maksimal agar LPPD 2020 ini masuk peringkat 20 besar di Jawa Tengah," pungkas Umi. (dta) 

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved