Breaking News:

Mom N Kid

Fobia pada Anak Bisa Hilang, Ikuti Tipsnya dari Psikolog

Jika si kecil sudah memiliki fobia, ada beberapa cara simpel yang bisa dilakukan orangtua agar ketakutannya teratasi.

ISTIMEWA
Anak akan mengalami ketakutan bila memiliki sifat fobia pada sesuatu 

TRIBUNJATENG.COM - Fobia adalah rasa takut berlebihan terhadap sesuatu yang biasanya tidak membahayakan. Ketakutan tersebut dapat timbul saat menghadapi situasi tertentu, berada di suatu tempat, atau saat melihat hewan serta benda tertentu. Fobia berbeda dengan rasa takut. Sebab, fobia sendiri memunculkan rasa takut berlebihan yang tidak rasional.

Dr Endang Widyorini MS, Psi, Ketua Program Magister Psikolog Profesi Fakultas Psikologi Unika Semarang, mengatakan, ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya fobia, di antaranya: mengalami insiden, trauma memiliki orangtua yang terlalu overprotective sehingga memiliki hubungan yang kurang dekat pula dengan orangtua, dan mempunyai salah satu anggota keluarga yang mengalami fobia tertentu. Misalnya fobia terhadap laba-laba. Fobia ini biasanya dipicu karena ada keluarga yang juga takut pada laba-laba.

"Jika si kecil atau sang buah hati sudah memiliki fobia, ada beberapa cara simpel yang bisa dilakukan orangtua agar ketakutannya teratasi. Caranya adalah pahami dulu fobia yang dimiliki sang anak. Lalu, semisal fobia itu akan muncul di depan matanya, orangtua sebisa mungkin harus segera menyadarkan si kecil jauh-jauh sebelum kejadian. Sebagai contoh, dengan menunjukan dari jarak jauh bahwa akan ada kucing apabila kucing adalah fobianya," katanya.

Lebih lanjut, Endang mengatakan, saat menunjukan si kecil akan ada kucing, teruslah memberi pemahaman kepada sang anak bahwa kucing itu tidak berbahaya. Kalau si kecil sudah nyaman, ajaklah dia mendekat pelan-pelan. Jika tak nyaman, usahakan jangan memaksa. Hal ini memang perlu dilakukan berulang-ulang. Fobia yang dialami sang buah hati sebenarnya bisa berangsur menghilang jika ada intervensi yang tepat (tergantung kasusnya juga). Intervensi ini setidaknya dapat mengurangi rasa fobia sang anak kepada suatu hal.

"Tidak ada waktu yang pasti berapa lama kita bisa sembuh dari fobia. Kalau fobia itu amat mengganggu keseharian, kita bisa menggunakan metode hipnoterapi. Ini dinilai cara yang cepat dalam menangani fobia berlebih pada anak. Sedangkan metode yang cukup memakan waktu adalah dengan terapi perilaku kognitif. Meski terapi ini lebih lama, namun dipercaya hasilnya bakal jauh lebih baik. Pelan-pelan dan bertahap meyakini anak adalah cara yang baik untuk memunculkan rasa aman dari fobia tertentu," katanya.

Dalam mengurangi fobia pada si kecil, ada hal penting yang harus diperhatikan oleh orangtua yakni jangan memaksakan apapun bila sang buah hati belum siap. Usahakan pelan-pelan saja. Dekatkan si kecil ketika suasana perasaannya sedang rileks. Sementara, orangtua pun jangan tegang. Santai saja. Apabila sewaktu-waktu ada objek fobianya muncul, orangtua tak perlu ikut panik juga.

"Orangtua kudu tenang. Jika anak takut karena objek tersebut muncul tiba-tiba, segeralah beri si kecil pelukan hingga dia terasa aman dan nyaman," katanya.  (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved