Breaking News:

Berita Tegal

IDI Nyatakan Siap Divaksin Covid-19, Sofwan: 70 Persen Warga Kabupaten Tegal Harus Divaksin.

IDI Kabupaten Tegal menyatakan siap untuk mendukung dan mensukseskan program Vaksinasi Covid-19.

Tribun Jateng/Desa Leila Kartika
Ketua IDI Kabupaten Tegal, Mohamad Sofwan Arifi, saat menghadiri preskon di rumah dinas Bupati, pada Kamis (21/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Tegal menyatakan siap untuk mendukung dan mensukseskan program Vaksinasi Covid-19, termasuk siap divaksin pertama kali sebagai petugas kesehatan di garda terdepan.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua IDI Kabupaten Tegal, Mohamad Sofwan Arifi, pada Tribunjateng.com, Kamis (21/1/2021).

Secara global penyebaran Covid-19 masih terjadi dan cukup signifikan, sehingga menurut Sofwan vaksinasi merupakan salah satu upaya menekan penularan Covid-19 khususnya di wilayah Kabupaten Tegal.

"Tujuan dari vaksinasi ini yaitu untuk membentuk herd imunity (kekebalan komunitas) dalam artian seluruh warga Kabupaten Tegal bisa kebal terhadap Covid-19. Sehingga paling tidak 70 persen warganya harus divaksin, namun prosesnya membutuhkan waktu kurang lebih setahun," terang Sofwan.

Sofwan pun mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tegal untuk berpartisipasi aktif melakukan vaksinasi Covid-19.  Tujuannya guna membentuk kekebalan kelompok atau herd imunity yang sudah dikatakan sebelumnya.

Masyarakat pun diimbau supaya tidak ragu dengan program dari pemerintah tersebut. Karena vaksin yang akan diberikan yaitu vaksin sinovac produksi China. 

Dari beberapa pihak seperti biofarma sudah menyatakan aman, dari BPOM mengatakan efektif, MUI juga sudah menyatakan bahwa vaksin halal dan suci.

"Setelah divaksin bukan bearti sudah selesai, karena vaksin dilakukan sebanyak dua kali dengan jeda dua minggu (14 hari), sehingga prokes tetap harus dilaksanakan. Intinya kami dari IDI Kabupaten Tegal siap untuk divaksin dan kami siap membantu pemerintah meyakinkan masyarakat bahwa vaksin ini aman," tegasnya.

Dikatakan, karena tubuh membutuhkan waktu untuk membangun respon kekebalan terhadap Covid-19, maka Sofwan mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan 3M meski sudah divaksin. 

3M yang dimaksud yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Tak lupa Sofwan juga berpesan kepada Dinas terkait untuk dapat meningkatkan akses terhadap layanan vaksinasi Covid-19 yang berkualitas dan sesuai standar.

Supaya bisa meningkatkan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata.

"Saya informasikan, protokol kesehatan ini tidak hanya bermanfaat untuk mencegah Covid-19. Tapi juga bisa mencegah penyakit-penyakit yang penularannya melalui droplet (percikan) contohnya seperti TBC. Maka kami mengimbau masyarakat harus tetap menerapkan prokes 3M," pungkasnya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved